Marfuah mendatangi rumah Koko. Tetapi Bang Koko sedang bekerja malam.
Marfuah menyuruh Luna menelpon Salsa. Karena Marlena belum sembuh justru makin parah.
"Iya Bu, saya akan kesana. Salsa menjawab telepon nya."
Salsabila tidak lama datang, dia membonceng Luna, menemui ustadz Faiz untuk mengobati penyakit aneh Marlena. Mengikuti saran Dosen nya, Bendri.
Untuk menenangkan Marlena yang terus ngamuk.
Saat duduk santai, di teras depan sambil meminum teh manis, seusai mengajar para santri nya di pondok nya Al karomah, ustadz Faiz di datangi tamu tak di undang untuk mengobati kesurupan, masih tetangga kompleknya.
Ustadz Faiz di kejutkan oleh dua orang perempuan yang datang pada nya tengah malam, tepat pada jam satu malam. Salsa dan Luna meminta waktu nya pada nya untuk mengobati anak perempuan nya Marfuah yang terkena sihir, gangguan jiwa, yaitu kesurupan.
“Waduh Pak Ustadz, tetehku ngamuk- ngamuk."
"Sudah berobat kemana - mana tetapi tidak kunjung sembuh juga.” Ungkap nya!
“Mari Pak Ustadz, malam ini juga, mohon obatin tetehku". Pinta nya!
“Malam ini juga, sekarang?" tanya Ustadz Faiz, dahi nya berkerut, terkejut!"
“Iya malam ini juga tolong cepetan, ia memohon”. Sedangkan badan nya Luna gemetaran!
“Mungkin Pak Ustadz bisa mengobati dengan bacaan doa- doa atau wirid.”
"Sudah berobat kemana saja?"
"Ke Klinik, konseling, dan Dokter ke Rumah sakit!"
“Bagaimana ya, saya ada acara penting juga, masih satu kali lagi malam ini mengobati pasien!"
“Ayo lah mohon Pak Ustadz, Ibu ku menunggu. Rayu Luna!"
"Iya Pak ustadz, mohon waktunya." Bujuk Salsa!
Kebetulan rumah pasien tidak jauh dengan Pondok tempat mengajar Ustadz Faiz, mereka lalu berangkat menuju rumah Marfuah, yang tidak jauh jarak nya hanya lima ratus meter saja dari rumah Ustadz Faiz. Setelah sampai di rumah nya anak nya sedang duduk teriak teriak kesakitan.
"Ustadz Faiz belum tahu penyakit nya?"
Duduk di ruangan tamu rumah nya, yang sedang di peluk ibu nya di samping nya, rambut nya aut- autan di cambak nya, kaki nya di banting banting ke lantai, mata nya melotot tajam, seperti singa mau menerkam mangsa, kabar nya sudah sepekan seperti itu, dan kambuh nya tiap malam, setiap jam satu dini hari, sungguh menyedihkan melihat nya, tetapi menakutkan juga, sangat seram.
Ustadz Faiz pun harus waspada untuk mengobati nya, karena baru pertama kali mengobati yang mengidap penyakit seperti itu, pasien hanya sakit ringan yang di temukan. Marlena berbeda.