Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #24

Chapter 24 Derita

"Siapa itu Bu, ibu kenal dia?"


"Ibu tidak apa apa?" Anaknya Ria mendekati ibunya duduk di samping nya, membetulkan baju ibu nya.


Dia meracuni ibu, sehingga ibu tidak bisa berkutik.


"Kalau begitu, saya laporkan ke RT saja!"


Jangan. Dia ngasih uang tiga juta. Lumayan untuk daftar kamu sekolah ke SMA nanti. Sebagian untuk bekal jajan kamu selama ibu belum gajian. Cukup untuk sebulan. Ucap Ria, sambil mengganti pakaian nya.


"Apa ibu janjian?"


Janjian dari kapan, sudah sudah. Ibu tidak apa apa kok.


Arya Wirahaguna dan Ria tetangga an, satu komplek berbeda gang. Sama sama bekerja di kontraktor perumahan yang berada di naungan CV Gemilang property Residance. Arya di berhentikan oleh atasannya.


"Urusan percintaan nya, menghancurkan karir nya!"


Sekarang berbalik ke Arya Wirahaguna, baik penyakit juga kutukan, dan kesenjangan di rasakan oleh Arya. Dia merasa terkungkung di dalam rumah, seperti dalam penjara. Dulu bebas pulang pergi ke mana saja, kini mendekam di rumah nya.


Istirahat tidak teratur, sering bergadang, makan tidak terawat, dan jarang olah raga. Dia mulai sakit sakitan.


Sebagai mantan pekerja kantoran, dia tidak terbiasa bersosial. Tetangga komplek satu dua saja mengenalnya. Saat ada kerja bakti, dia tidak ikutan.


Kalian dengar tidak, kemarin ada orang masuk rumah Bu Ria. Untung ada anak nya, yang mengusirnya.


" Ada apa Pak?" Tanya salah satu bapak yang membersihkan rumput sekitar selokan komplek.


"Oh itu, ucap RT." Saya juga dapat laporan dari anak nya. Saya terima laporan nya. Itu belum terjadi yang membahayakan kok. RT sambil membuang sampah ke tempat tong sampah.




Marlena belum sepenuhnya sembuh total masih dalam pemulihan. Sihir berbalik kepada Arya, dia sekarang yang sakit sakitan. Darah tinggi, dan kaki nya membengkak, seperti gula darah, derita kini menimpa nya.


"Marlena masih dalam pengobatan Ustad Faiz, jika sewaktu waktu sakitnya kambuh lagi, dia harus di ruqyah lagi."


Agar tidak ada sengketa di kemudian hari, dan sebagai penghormatan atas jasanya, atasannya mengirimkan surat pemecatan secara resmi, dan atasannya akan mengadakan proyek perumahan tahap ke tiga, dengan arsitek yang modern dan premium.


Lamaran pekerjaan nya belum satu pun di terima, investasi tanah tertipu, aset nya hanya motor, dan tabungan nya hanya tersisa jutaan saldo di rekening nya, makin hari dia terpuruk. Sakit sakitan, sakitnya aneh, sihir berbalik akibat tingkah nya dia mengalami sakit kronis darah gula dan darah tinggi.

Lihat selengkapnya