Arya Wirahaguna semakin suram kehidupan nya, sedangkan Marlena menemukan bahagia setelah sembuh. Dia akan wisuda dan bertunangan dengan Zenal.
Setiap orang akan berada di titik muak. Muak berbuat baik kepada orang jahat yang di khianati. Muak berada di titik sempurna tanpa di hargai pasangan, muak saat titik kepercayaan di khianati orang yang di cintai
Waktu berputar, hari berubah, tahun berganti. Selalu ada rasa yang berbeda di temukan, tidak selamanya sama. Hari ini senang, kemarin sedih, Lusa bahagia.
Seperti halnya dirasakan oleh Marlena, Zenal, dan Arya Wirahaguna.
"Arya Wirahaguna depresi berat prustasi dan seperti edan anyar. Sedangkan Marlena lulus kuliah nya meniti karir, merajut mimpi dengan Zenal. Hanya saja terhalang restu."
Seperti awan di langit, kadang mendung kadang juga cerah, setiap berganti musim, berganti pula warnanya. Sore ini terlihat jingga, besok ungu kemerahan, lusa kebiruan, Marlena menatap langit cerah, secerah hatinya yang sudah sembuh dari sakit nya.
Marlena sudah dalam kondisi pemulihan akibat luka kecewa, sakit hati, dan berbagai luka batin nya.
Ada rasa jengah saat hubungan sudah berbeda arah. Ada rasa gundah saat asmara kehilangan aroma setia, ada rasa mengganjal hati, jika hubungan sudah tidak sejalan, harus di akhiri, walaupun raga ingin tetap memeluk, selalu menetap di dua jiwa.
"Marlena masih sambil membolak balikan, kado ulang tahun yang berisikan paket komplit lipstik dan tas branded di simpan di lemari."
Tidak melihat masa kelam cinta semu, yang hanya mampir sejenak, karena dirinya bukan rest area, untuk tempat singgah bagi para peraih noda asmara, bukan pula pemuas nafsu amarah, dirinya wanita, yang sedang merancang mimpi, untuk ibu dan ketiga adik nya.
Arya Wirahaguna walaupun sakit sakitan, dia masih menghubungi Marlena. Dia menyimpan nomor handphone ke dua nya. Tetapi Marlena sudah memblokirnya. Arya belum puas menikmati tubuh Ria, karena kepergok anak nya, lalu kabur. Kini seperti masih mengejar Marlena.
"Arya Wirahaguna bukan saja prustasi tetapi seperti orang gila."
"Hanya ceklis satu. Berarti dia sudah menghapusnya." Lalu Arya menyimpan handphone nya lagi.
Kini Marlena sudah...
Hiraukan chat ratusan
Abaikan panggilan telepon
Unfolow semua medsosnya
Delete semua kenangan nya