Chapter 4 – Toko barang berharga
Edward muncul dengan muka yang tertekan setelah berdesak-desakan demi menemukan keberadaan Silan.
"Akhirnya aku menemukanmu,"
Dugh!
Edward jatuh tersungkur karena ditabrak dari belakang. Silan hanya menatapnya tak berkedip, tidak berniat untuk menolong sama sekali.
Kerumunan ini semakin ramai. Orang-orang di belakang mulai berbondong-bondong maju ke depan. Entah untuk apa, Silan tidak mengerti.
"Kita pergi."
Silan menghilang menggunakan teleportasinya, sementara Edward masih mengumpulkan tenaga untuk pergi. Sial sekali rasanya hari ini. Kakinya bahkan terinjak oleh orang-orang yang melintas. Kemudian Edward memejamkan mata, melakukan teleportasi, menyusul dimana Silan berada.
Banyak toko penjual di sini. Untungnya semua orang lebih memilih untuk berkumpul di sekitar patung berlian. Yang tersisa hanya beberapa orang dan para penjual. Dengan begini, Silan bisa mencari informasi lebih mudah.
"Tidak ada toko yang paling mencolok disini."
Edward muncul di sampingnya dengan napas yang terengah-engah. Meskipun separuh wajah tertutupi kain hitam, tapi Silan bisa merasakannya dengan jelas.
"Kendalikan dirimu, Ed."
Silan kembali berjalan dan Edward hanya bisa mengikutinya dengan hati yang mendumel kesal.
"Maaf, dimana toko barang terkenal disini?"
Silan bertanya kepada seorang penjual makanan yang sedang menata roti-roti.