Jauh dari garis depan pertempuran, misi penting lainnya sedang berlangsung. Daichi, putra tertua Raja Hikusa, dipercaya mengemban tugas penting: mempererat hubungan komersial Brickvia dengan Kerajaan Tenban di timur. Kehadiran Daichi sebagai pewaris tahta merupakan simbol keseriusan Brickvia dalam upaya diplomatik itu.
Raja Yasamizu, penguasa tertinggi Tenban, telah menanti mereka di aula utama istana didampingi para dewan penasihat di sekelilingnya.
“Pangeran Daichi, kehadiranmu di sini merupakan kehormatan bagi Tenban,” ujar Yasamizu memulai pembicaraan dari atas singgasananya.
Daichi menundukkan kepalanya. “Yang Mulia Raja Yasamizu, saya membawa salam dari ayah saya, Raja Hikusa, dan membawa serta keinginan tulus untuk memperdalam ikatan antara kerajaan kita, terutama di masa-masa perang seperti ini."
"Angkat kepalamu, Pangeran Daichi," ujar Yasamizu. "Bagi rakyat Tenban, tangan kami akan selalu terbuka bagi kerajaan mana pun."
Daichi mengangkat sedikit kepalanya. “Terima kasih, Yang Mulia," ujar Daichi singkat. "Saat ini Brickvia tengah berjuang menghadapi kerusakan dan ancaman perang, namun tanah kami tetap kaya sumber daya alam. Ayahku mengutusku ke sini terutama dengan maksud untuk memperkuat akses menuju pasar dan pelabuhan Tenban. Sebagai imbalannya, kami berjanji untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi siapa pun yang melewati rute ini.”
Yasamizu mengangguk serius. “Perdagangan adalah urat nadi kerajaan mana pun, dan terlebih lagi di masa perang, Pangeran Daichi," ujarnya. "Langkah-langkah apa yang akan Brickvia ambil untuk mempertahankan aliran barang sementara konflik masih berlangsung?”
“Para komandan militer kami berkomitmen untuk melindungi koridor ini. Kami akan menugaskan satuan tugas khusus, dan ayah saya telah menginstruksikan peningkatan patroli di antara pos perbatasan," jawab Daichi.
Raja Yasamizu mengetuk jarinya di pegangan kursi singgasana. “Ini menarik. Pedagang Tenban sedang mencari pasar baru untuk sutra, kerajinan tangan, dan keramik. Sebaliknya, pedagang Brickvia pasti akan menemukan pembeli potensial di sini. Aku akan menginstruksikan komandan militer Tenban untuk berkoordinasi erat dengan Brickvia untuk memastikan keamanan koridor ini!”
Daichi mengangguk perlahan. “Terima kasih, Yang Mulia. Kerjasama ini akan membawa stabilitas dan kemakmuran bagi kerajaan kita. Brickvia siap menghormati komitmennya."
Sang raja lalu bangkit berdiri, menandakan akhir dari pertemuan formal mereka. “Semoga kemitraan ini tumbuh lebih kuat di setiap waktu yang berlalu. Ayahmu bijaksana mengirimmu secara pribadi, Pangeran Daichi. Itu menunjukkan keseriusan Brickvia!”
Jauh dari kemegahan istana Tenban, medan pertempuran masih bergolak. Divisi Zeni Brickvia memberikan perlawanan sengit, namun gelombang pasukan Kuchiwara-Suragato terus menggempur tanpa henti.