Silent Scarf

Affry Johan
Chapter #39

Bab 39 : Teknologi

Dengan bahasa Airaseu yang terbata-bata, Ren mendeskripsikan kembali balon udara yang dihadapi pasukan Brickvia di luar kota Marase, di mana pemanah Kuchiwara menembakkan rentetan anak panah dari dalamnya ketika melayang di langit. Beberapa kalimat terpaksa diterjemahkan kembali oleh Habi ketika melihat ekspresi kebingungan Mountpar sampai akhirnya ia mengangguk-angguk paham.

Untuk beberapa saat, mata Mountpar menerawang ke luar jendela dengan tatapan kosong. “Bukan itu sebenarnya alasan aku membuat balon udara."

Ren mendengarkan dengan seksama saat Habi menerjemahkan setiap kata.

"Tujuanku sederhana,” lanjut Mountpar,“ alat transportasi udara untuk keadaan darurat dan pengiriman pasokan medis ke daerah yang sulit dijangkau."

Mountpar menghela napasnya seakan menyesali sesuatu.

"Namun ... blueprint aslinya telah hilang."

"Maksud Anda, profesor?" sela Habi setengah tak percaya.

"Entah dicuri atau tertinggal di suatu tempat ... aku tidak yakin," jelas Mountpar. "Inilah yang paling aku takutkan, penemuanku disalahgunakan untuk membunuh!”

Semua terdiam.

Mountpar akhirnya bangkit dari duduknya, lalu melirik Ren dan Habi sebelum melanjutkan.

“Sebenarnya ... aku telah menggambar ulang blueprint itu. Teknologi ... tidak boleh dikuasai hanya pada satu tangan. Ia harus disebarkan secara terbuka untuk kepentingan orang banyak!”

Mata Ren terbelalak.

“Maksud Anda ... membagikan teknologi untuk mencegah konflik?”

“Betul. Ketika hanya satu pihak yang memiliki teknologi, mereka merasa lebih unggul. Di situlah perang dimulai. Jika semua orang punya akses yang sama … perang akan kehilangan alasan,” tegas Mountpar.

Berbagi? Sesederhana itu?

Benarkah itu bisa meredam perang?

Ren mencoba mencerna kalimat itu dalam-dalam.

Mountpar kemudian melangkah ke pintu samping.

"Ayo, ada yang ingin aku tunjukkan!" ajaknya seraya membuka pintu menuju halaman samping.

Setibanya mereka bertiga di luar, Ren seketika memundurkan kakinya selangkah.

"Ini ... yang kulihat kemarin!"

"Betul, ini adalah model skala penuh balon udara," ujar Mountpar menunjukkan balon udara yang masih terikat tali tambang yang tertambat di tanah. "Silakan naik!"

Di dalam gondola balon udara itu, Mountpar menjelaskan cara kerjanya kepada mereka berdua.

"Cara kerja balon udara ini adalah menggunakan prinsip fisika sederhana, yaitu memanfaatkan daya apung melalui udara yang dipanaskan," jelas Mountpar.

Lihat selengkapnya