Silent Scarf

Affry Johan
Chapter #41

Bab 41 : Kembali Ke Brickvia

Langit biru cerah nyaris tanpa awan terbentang di atas istana Brickvia. Anak-anak berlari-larian di lapangan depan istana dengan ceria. Namun, di dalam aula utama istana, ketegangan justru menyelimuti semua yang hadir.

Letnan Jenderal Watari berdiri tegak, bersiap menyampaikan laporan di hadapan Raja Hikusa yang duduk di singgasananya. Para perwira tinggi lainnya berdiri dalam hening di sekelilingnya.

"Yang Mulia." Watari memulai dengan sedikit membungkuk. "Laporan terbaru yang kami terima, Kuchiwara telah menjadikan Harada Yukime sebagai tahanan kota sejak minggu lalu."

Letnan Jenderal Kurosuke yang awalnya menunduk sontak mengangkat kepalanya mendengar laporan itu.

"Tahanan kota?" tanya Hikusa.

"Benar, Yang Mulia," jawab Watari tegas. "Otoritas Kuchiwara menempatkannya sebagai tenaga medis tambahan akibat meningkatnya jumlah korban di garis depan."

Waruyama menghembuskan napas lega. "Itu keputusan yang manusiawi dari seseorang seperti Arakumo."

"Setidaknya dia masih hidup," sambar Kurosuke.

"Dan lokasinya saat ini?" tanya Hikusa lebih jauh.

Watari terlihat ragu-ragu sebelum menjawab. "Kami tidak memiliki konfirmasi visual. Namun laporan terakhir menyebutkan, Yukime terlihat di dekat pelabuhan barat ibukota Kuchiwara, merawat prajurit yang terluka di klinik."

Jenderal Masahiro akhirnya angkat bicara. "Itu berarti ... ia berada di dekat pusat pasokan logistik Kuchiwara."

Sebelum raja maupun perwira tinggi lainnya sempat bicara lebih lanjut, tiba-tiba pintu ruangan berderit terbuka.

Letnan Tatsumaru melangkah masuk dengan setengah berlari dan langsung berlutut di depan singgasana.

"Yang Mulia!" lapor Tatsumaru. "Saya membawa kabar dari pelabuhan barat!"

"Katakan!" perintah Hikusa.

"Prajurit Dua Ren Karibata," seru Tatsumaru," telah kembali pagi ini!"

Seketika, bisikan-bisikan riuh terdengar di antara yang hadir.

"Maksudmu ... dia benar-benar melintasi perbatasan Airaseu sendirian dan kembali hidup-hidup?" tanya Waruyama dengan nada kagum bercampur keheranan.

"Mustahil!" gumam Kurosuke di sebelahnya tak percaya, tapi ekspresinya menyiratkan kekaguman.

Hikusa mengangguk singkat.

"Bawa dia kemari," perintahnya," sekarang juga!"

Tatsumaru membungkuk sekali lagi. "Baik, Yang Mulia!"

Setelah pintu tertutup, Masahiro kembali berbicara. "Jika dia benar-benar mendapatkan rahasia senjata udara dari Airaseu ... ini akan mengubah segalanya!"

Tidak ada yang menjawab. Semua mata tertuju pada pintu, menunggu terbuka sekali lagi. Menunggu seorang anak Brickvia kembali pulang membawa rahasia senjata langit.

Tak lama kemudian, pintu itu kembali terbuka. Letnan Tatsumaru kali ini tidak berjalan sendirian.

Prajurit Dua Ren Karibata berjalan tegak di sampingnya meskipun baru menempuh perjalanan jauh melintasi samudra.

Ren mengangkat tangannya memberi hormat di depan singgasana.

"Prajurit Dua Ren Karibata datang menghadap untuk melapor. Misi selesai!"

Lihat selengkapnya