Silent Scarf

Affry Johan
Chapter #44

Bab 44 : Harada Yukime

Setelah beberapa jam menerjang ombak di laut lepas, kapal kargo Kuchiwara akhirnya bersandar di bibir dermaga ketika matahari senja menyinari ibukota Kuchiwara.

Tak lama, para anak buah kapal mulai sibuk menurunkan peti-peti barang. Ren segera melepas mantel perwira kapal Kuchiwara lalu melangkah menuruni tangga kapal.

Ketika akhirnya menginjakkan kaki di tanah Kuchiwara untuk pertama kalinya, ia menghela napas. Sebuah perasaan terasing dan ironi berkecamuk di dadanya.

Kemarin ... aku bertarung menghadapi mereka di medan perang ....

Tapi ... di sinilah aku sekarang ... berada di tengah-tengah mereka.

Ren lanjut bergerak dengan hati-hati melalui dermaga yang ramai, menyelinap melewati pekerja yang membongkar peti dan pelaut yang meneriakkan perintah.

Setiap langkah membawanya semakin dekat ke klinik yang menjadi targetnya, tempat Yukime kemungkinan besar berada.

Apakah dia masih di sini?

Bagaimana jika dia sudah ditempatkan ke klinik lain?

Pikiran Ren berpacu seiring derap langkahnya.

Namun belum terlalu lama sejak meninggalkan pelabuhan, Ren akhirnya melihatnya.

Sebuah bangunan bertingkat berwarna putih yang terletak di antara tumpukan peralatan medis. Selasarnya dipenuhi prajurit-prajurit yang terbaring di atas ranjang.

Apakah ini ... klinik yang disebut-sebut tim pengintai Brickvia ... sebagai lokasi terakhir Yukime?

Belum sempat ia memastikan, napas Ren tercekat. Seorang gadis muda yang mengenakan seragam medis dengan rambut hitam panjang terurai melebihi pundak, melintasi selasar di depannya dengan anggun.

Ren sontak mengeluarkan gulungan kertas yang diserahkan Masahiro dari sakunya, sebuah goresan tangan gambar diri Yukime.

Sesaat, ia tertegun. Matanya melebar melihat gambar itu. Kemudian ia kembali mengangkat kepala mengamati gadis di seberangnya yang tengah merawat seorang prajurit terluka di atas ranjang dengan hati-hati.

Itu ... Yukime! Gadis yang dicari Brickvia selama ini!

Seseorang ... yang harus aku bawa kembali ke Brickvia dengan selamat!

Ren menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya, lalu ia langkahkan kakinya maju mendekati Yukime.

Yukime sontak menoleh ke arah seorang pemuda yang berjalan menuju kliniknya. Ia pun berbalik dan berjalan ke arahnya.

"Ada yang bisa kubantu?" sambut Yukime ramah.

Untuk sesaat, Ren berdiri membeku di depannya.

Dia ... bahkan lebih cantik daripada gambar ini!

Lihat selengkapnya