Ren dan Yukime berlindung di balik tumpukan peti kargo di ujung gang. Di depan mereka tampak dermaga dipenuhi kapal-kapal yang bersandar.
"Ini aneh," gumam Ren. "Tidak ada satu pun kapal yang meninggalkan dermaga."
"Artinya?" tanya Yukime seraya bersandar di tembok dan mengatur napas.
"Mereka menutup total akses keluar-masuk kota ini, tidak ada satu pun kapal yang boleh meninggalkan pelabuhan!" jawab Ren.
"Lalu bagaimana kita bisa pergi?" tanya Yukime getir.
Ren tidak menjawab apa pun, matanya mengamati sekeliling kompleks pelabuhan, mencari celah untuk setidaknya bisa bersembunyi sampai peringatan darurat dicabut.
Hingga akhirnya matanya menangkap sesuatu yang menjulang berdiri di tengah-tengah area pelabuhan. Sesuatu ... yang sangat ia kenal.
Balon udara.
Diapit di antara peti-peti kargo dengan tali tambang yang masih terikat di tambatan besi. Dua orang prajurit Kuchiwara berjaga di depannya dengan pedang yang masih disarungkan di pinggang mereka.
Jika kapal-kapal ini tidak diizinkan meninggalkan Kuchiwara, mungkin aku bisa gunakan balon udara itu!
Tapi nekat menerjang mereka hampir tak mungkin ... bala bantuan akan segera berdatangan ke sini!
Mata Ren beralih ke tumpukan kargo yang bertumpuk tinggi di pinggir dermaga.
Tumpukan itu!
Sebuah ide muncul di dalam kepala Ren yang langsung merangkak maju.
"Tunggu di sini!" seru Ren yang disusul anggukan Yukime.
Ren berbaur masuk ke dalam kerumunan pedagang, pekerja pelabuhan, dan barisan penumpang yang menunggu kapal untuk diberangkatkan kembali.
Ren dengan sengaja berjalan di pinggir dermaga untuk mendekati tumpukan kargo. Tak berapa lama, ia sampai di samping tumpukan itu dan melihat simpul tali pengikat yang terikat di bagian bawah.
Ini yang kubutuhkan!
Dengan cekatan, Ren melonggarkan tali simpul yang menahan tumpukan barang paling bawah.
Ren mundur selangkah dan langsung menarik tali itu dengan keras.
KRAK!!
Tumpukan barang paling bawah bergeser sementara barang-barang di atasnya bergoyang-goyang sesaat.
Hingga akhirnya ....
BRAK!! BRAK!! BRAK !!
Barang-barang di atasnya roboh ke samping dan menimpa tumpukan lain di sebelahnya.
SYUTT ... BRAK!!!