Naskah ini ditemukan di Kalath Vesta, Rak 000, Laci 000, tersembunyi di balik tumpukan laporan keuangan Kartel Naveth yang sudah menguning. Tidak ada katalog. Tidak ada stempel. Tidak ada tanda bahwa naskah ini pernah tercatat dalam sistem mana pun.
Ia ditulis dengan tangan bukan dengan tinta, tapi dengan sesuatu yang lebih tua: arang dan getah pohon, di atas kertas yang dibuat dari kulit kayu yang direndam dan dikeringkan. Di beberapa halaman, ada jejak air mungkin air mata, mungkin hujan yang bocor melalui atap tempat ia ditulis.
Saya tidak tahu siapa penulisnya. Tidak ada nama. Tidak ada identitas. Hanya satu kalimat di halaman pertama:
"Aku tidak tahu namaku. Mungkin aku pernah punya nama dulu, sebelum Tassex, sebelum Kartel, sebelum semua ini. Tapi nama itu hilang, seperti banyak hal lainnya."
Saya membaca kalimat itu berkali-kali sebelum berani membalik ke halaman berikutnya. Ada sesuatu dalam cara ia ditulis bukan dengan kepahitan, bukan dengan permohonan, tapi dengan semacam ketenangan yang hanya dimiliki oleh orang yang sudah lama berdamai dengan ketiadaan namanya sendiri. Saya, yang bekerja seumur hidup mengklasifikasikan, mencatat, dan menamai, tiba-tiba merasa pekerjaan saya sendiri adalah bagian dari sistem yang ditulis orang ini dengan amarah yang tenang.
Naskah ini adalah kesaksian dari seorang Silombra salah satu dari mereka yang tidak pernah tercatat, yang hidup di antara bayangan sistem, yang mati tanpa stempel.
Dan di dalamnya, tersembunyi di antara catatan tentang air, ikan, garam, dan anyaman, ada jawaban atas pertanyaan yang selama ini membungkam dunia: