SILOMBRA

Tourtaleslights
Chapter #16

Teknik Pengasinan Tradisional

Kami bekerja sepanjang hari.

Aku tidak ingat berapa lama kami bekerja. Yang kuingat adalah gerakan tanpa henti mengambil, memilah, membersihkan, memindahkan. Tangan yang mati rasa. Punggung yang pegal. Bau yang menempel di mana-mana.

Di sekelilingku, yang lain bekerja dengan ritme yang sama. Sari memilah di sisi kiri ibu yang anaknya, Denu, pernah kutolong dari sekarat di tepi sumur, pada musim yang sudah terasa jauh sekarang. Sejak suaminya tiada, ia bekerja sendiri untuk menghidupi mereka berdua; jarinya cekatan meski dua di antaranya kaku, bekas luka bakar dari dapur kecil tempat ia dulu meracik obat sendiri untuk anaknya yang demam. Seorang lelaki muda yang belum kutahu namanya mengangkut ember demi ember dari tumpukan ke meja kerja, punggungnya basah oleh keringat yang bercampur bau amis. Tidak ada yang mengeluh. Bukan karena kami kuat tapi karena mengeluh adalah kemewahan yang tidak bisa kami beli.

Pak Giman memimpin para nelayan dengan gerakan yang sudah terlatih puluhan tahun. Tangannya yang kapalan memilah ikan dengan kecepatan yang mengejutkan baik, busuk, baik, busuk seperti ia bisa membaca nasib setiap ikan dari sentuhan sisiknya, dari warna insangnya, dari baunya yang hanya bisa dibedakan oleh hidung yang sudah puluhan tahun menghirup udara laut.

"Yang ini bisa diselamatkan," katanya, melempar ikan ke tumpukan di sebelah kanan. "Yang ini sudah mati," katanya lagi, melempar ke kiri. Gerakannya tepat, efisien, tanpa pemborosan energi.

Aku bekerja di sampingnya. Aku memilah, membersihkan, memindahkan. Bau amonia semakin pekat saat matahari naik, tapi aku sudah tidak lagi merasakannya atau mungkin aku sudah terbiasa.

30-40% busuk (dibakar), 60-70% layak (diolah).

Buang sisik, isi perut, bagian insang yang sudah menghitam. Belah dagingnya, biarkan merah muda terbuka.

Garam kasar, butiran putih, tajam di ujung jari. Gosok ke daging ke setiap celah, ke setiap serat, ke setiap bagian yang bisa dijangkau. Garam harus meresap ke seluruh bagian. Kalau tidak, ikan akan tetap bau.

Campur kunyit, jahe kering, dan lada hitam. Taburkan di atas ikan yang sudah digosok garam.

2-3 hari di bawah sinar matahari. Gunakan anyaman bambu. Perhatikan cuaca awan sisik berarti angin akan berubah.

"Begini caranya," kataku kepada mereka yang baru belajar. "Garam harus meresap ke seluruh bagian. Kalau tidak, ikan akan tetap bau."

Lihat selengkapnya