Kau mungkin berpikir garam hanya bumbu. Kau salah.
Garam adalah senjata. Kartel tahu itu. Itu sebabnya mereka menguasainya. Itu sebabnya mereka menjualnya dengan harga selangit. Itu sebabnya mereka membuat kau bergantung padanya.
Tanpa garam, makanan tidak bisa bertahan. Tanpa garam, daging kaleng akan membusuk. Tanpa garam, mereka tidak bisa mengendalikan apa yang kau makan, berapa kau bayar, dan seberapa lama kau bisa bertahan.
Garam adalah nadi ekonomi Pelabuhan Sunyi. Dan Kartel memegang nadinya.
Aku belajar ini dari seorang akuntan. Kertos, namanya jika kau masih ingat nama. Ia datang suatu malam, kurus dan pucat, dengan map cokelat di tangannya. Ia dulu bekerja untuk Kartel. Ia mencatat semua angka berapa banyak uang yang masuk, berapa banyak yang keluar, berapa banyak orang yang mati karena tidak bisa membeli air.
Tangannya gemetar saat membuka map itu bukan karena takut ketahuan, aku pikir saat itu, tapi karena beban dari apa yang sudah lama ia ketahui dan tidak pernah bisa katakan pada siapa pun. Dua puluh tahun ia bekerja di balik meja Kartel, mencatat angka-angka yang, jika disusun berurutan, membentuk sebuah pengakuan yang tidak pernah diucapkan siapa pun di ruang rapat mereka: bahwa kematian sudah dihitung sebagai biaya operasional.
"Mereka tidak menaikkan harga," katanya. "Mereka menaikkan prosedur."
Aku tidak mengerti saat itu. Tapi kemudian ia menjelaskan. Dan aku mengerti. Aku mengerti bahwa sistem ini tidak dirancang untuk membantu. Ia dirancang untuk mengontrol. Dan kontrol, di negeri ini, adalah segalanya.
● Harga garam Kartel: 100 Tassun per kilo.
● Harga garam dari Silombra: 40 Tassun per kilo.
● Dampak: Tanpa garam, Kartel tidak bisa mengawetkan daging kaleng. Stok mereka membusuk. Mereka kehilangan kontrol atas pasar pangan.
"Mereka tidak menaikkan harga. Mereka menaikkan prosedur."
Setiap tahun, mereka menambahkan prosedur baru. Persyaratan baru. Dokumen baru. Setiap prosedur baru berarti waktu tunggu lebih lama. Setiap waktu tunggu lebih lama berarti lebih banyak orang yang tidak bisa menunggu. Dan setiap orang yang tidak bisa menunggu mereka membayar lebih.