Mbok Tari mengajariku cara menganyam.
Ia mengambil dua helai daun, menyilangkannya, melipat ujung-ujungnya, lalu mengikatnya dengan tali serat yang ia bawa. Dalam waktu kurang dari satu menit, sebuah bungkusan sederhana terbentuk.
"Ini," katanya, "adalah anyaman dasar. Semua orang bisa belajar."
Aku mencoba menirukannya. Jariku kaku, terlalu kaku untuk gerakan sehalus itu. Daun robek di tempat yang salah. Simpul pertamaku longgar dan langsung terlepas begitu kuangkat. Mbok Tari tidak tertawa. Ia hanya mengambil daun baru, meletakkannya di tanganku, dan membimbing jariku pelan-pelan melalui gerakan yang sama, berulang kali, sampai akhirnya pada percobaan kesekian sebuah bungkusan kecil yang jelek tapi utuh berhasil kubuat.
"Yang pertama selalu jelek," katanya, tanpa nada mengejek. "Tapi tanganmu sudah mulai mengingat. Itu yang penting."
"Berapa banyak bentuk yang bisa kau buat?" tanyaku.
Ia tersenyum. "Aku tidak pernah menghitung. Tapi aku bisa membuat apa pun yang kau butuh."
Teknik pertama jenis Anyaman Dasar berfuungsi untuk bungkusan kecil (1-2 ekor ikan), waktu pengerjaan 1-2 menit saja, Tingkat Kesulitan: Mudah,
Teknik kedua jenis Anyaman Ganda untuk menjadi untuk bungkusan sedang (3-5 ekor ikan), waktu pengerjaan 3-5 menit cukup, Tingkat Kesulitan: Sedang.
Teknik kedua jenis Anyaman Bunga berfungsi sebagai bungkusan besar (6-9 ekor ikan), waktu pengerjaan 5-7 menit kurang lebih, Tingkat Kesulitan: Sulit.
"Kakekku," katanya akhirnya, "dulu mengatakan bahwa anyaman adalah cara untuk mengingat. Setiap lipatan, setiap ikatan, setiap simpul semua adalah bagian dari ingatan."