Ketika aku mulai menulis buku ini, aku tidak tahu apa yang akan aku tulis. Aku hanya tahu bahwa aku harus menulis bahwa jika aku tidak menulis, semua yang aku ketahui akan mati bersamaku.
Tapi setelah aku selesai menulis, aku menyadari bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa dimasukkan ke dalam bab-bab biasa. Ada beberapa hal yang terlalu penting untuk disembunyikan di antara cerita tentang air, ikan, garam, dan anyaman.
Maka aku menulisnya di sini di lampiran ini agar kau tidak melewatkannya.
Ini adalah tujuh pesan yang kutinggalkan untukmu.
Ambil apa yang kau butuh. Tinggalkan sisanya.
Tapi jangan lupa: setiap pesan adalah bagian dari rantai yang sama.
"Air tidak butuh izin."
Kartel bisa mengunci sumur. Tapi mereka tidak bisa mengunci hujan. Mereka bisa menjual air dengan harga selangit. Tapi mereka tidak bisa menghentikanmu untuk membersihkan air dari comberan. Mereka bisa membuat kau percaya bahwa kau butuh mereka. Tapi air air tidak butuh izin.
Dan kau juga tidak.
Ingat: Air adalah kemerdekaan pertama.
"Jangan pernah malu pada apa yang mereka berikan padamu. Gunakan itu."
Mereka memberimu sampah untuk mempermalukanmu. Mereka ingin kau menunduk. Mereka ingin kau percaya bahwa kau hanya pantas menerima sampah. Mereka ingin kau mati karena malu dan putus asa.
Tapi sampah bisa menjadi harta.
Di balik bau, di balik lalat, di balik daging yang membusuk ada sesuatu yang masih bisa diselamatkan. Kau hanya perlu melihat dengan mata yang berbeda. Kau hanya perlu tahu cara mengolahnya.
Ingat: Sampah adalah harta yang belum diolah.
"Mereka tidak menjual garam. Mereka menjual ketergantungan."
Garam bukan milik mereka. Garam berasal dari laut. Dan laut tidak pernah meminta izin. Laut tidak pernah meminta bayaran. Laut memberi karena ia memberi bukan karena ia mengharapkan sesuatu sebagai balasan.
Kartel tidak menciptakan garam. Kartel hanya mengambilnya dari laut dan menjualnya kembali padamu dengan harga yang tidak masuk akal. Mereka adalah perantara yang tidak perlu. Mereka adalah parasit yang berpura-pura menjadi tuan.
Kau tidak butuh mereka. Kau bisa membuat bumbu sendiri. Kau bisa mengajari orang lain. Kau bisa memutus rantai ketergantungan.
Ingat: Ketergantungan adalah penjara yang mereka bangun. Kau bisa membongkarnya batu demi batu.