Sejarah tidak pernah linear. Ia berputar. Ia berulang. Ia menemukan jalannya kembali ke titik yang sama tapi dengan orang yang berbeda, dengan pelajaran yang berbeda.
Inilah mata rantai yang menghubungkan para raja dengan Pulau Sunyi. Inilah benang merah yang tidak pernah putus meskipun Kartel mencoba memutuskannya.
MASKEY VI SANG PENCARI (Restorith 88-100)
"Satu prinsip hilang. Aku merasakannya."
Maskey VI adalah raja pertama yang menyadari bahwa negeri ini sakit bukan karena kurangnya pembangunan, tapi karena kehilangan ingatan. Ia mencari Piagam Pancakarna asli. Ia menulis Atlas Hilirisasi. Ia menemukan Lima Prinsip Pelayanan tapi satu prinsip hilang.
Hubungan dengan Pulau Sunyi:
Maskey VI tidak pernah tahu tentang Pulau Sunyi. Tapi pencariannya adalah awal dari segalanya. Prinsip yang hilang Prinsip Kedua Pentavel akan ditemukan di Pulau Sunyi, empat generasi kemudian.
MASKEY VII SANG PENGINGAT (Restorith 100-112)
"Istilah Pembaca Siklus lahir sebagai ejekan."
Maskey VII mewarisi obsesi ayahnya. Ia mendirikan Sekolah Arsiparis rahasia tempat para pencatat dilatih untuk mengingat sejarah yang dihapus.
Hubungan dengan Pulau Sunyi:
Ketika Sekolah Arsiparis ditutup, para murid melarikan diri ke Pulau Sunyi. Mereka menjadi Silombra. Mereka adalah cikal bakal Dewan Bayangan.
MASKEY VIII SANG PEMBUNGKAM (Restorith 112-125)
"Kritik yang dibungkam tidak mati ia bersembunyi."
Maskey VIII menutup Sekolah Arsiparis. Ia melarang Atlas Hilirisasi. Ia mengangkat Menteri Humor untuk membungkus kritik.
Hubungan dengan Pulau Sunyi:
Kritik yang dibungkam bersembunyi di Pulau Sunyi. Nawapes mulai menyelundupkan catatan ke luar Istana. Jaringan Pembaca Siklus terbentuk.