SILOMBRA

Tourtaleslights
Chapter #42

LAMPIRAN F

Diagram ini digambar di atas kertas yang sudah menguning. Bentuknya seperti pohon dengan akar di bawah dan cabang-cabang di atas. Tinta yang digunakan adalah campuran arang dan getah pohon.

Di bagian bawah, ada tulisan:

"Rantai ini tidak pernah putus. Selama ada yang mengajar, selama ada yang belajar, selama ada yang mengingat pengetahuan akan bertahan."

Aku memutuskan menggambar rantai ini sebagai pohon karena pohon adalah satu-satunya bentuk yang aku tahu bisa menjelaskan sesuatu yang tumbuh sekaligus berakar sesuatu yang menua tanpa pernah benar-benar berhenti hidup. Setiap generasi dalam pohon ini kehilangan sesuatu yang penting: sebuah prinsip, sebuah sekolah, sebuah nama. Tapi setiap generasi juga mewariskan sesuatu yang tidak bisa direbut oleh kehilangan itu sendiri.

Leluhur Kuno (Pulau Sunyi, pra-Kartel)   "Pengetahuan tidak ditulis. Ia diwariskan."

Maskey VII (Restorith 100–112)   "Pengetahuan harus dicatat agar tidak hilang."

Nawapes (Pencatat Lintas Zaman)   "Aku menulis agar mereka tidak dilupakan."

Mbok Ratih (Air & Rempah) · Pak Giman (Laut & Ikan) · Mbok Tari (Anyaman) · Pak Jono (Kayu & Kapal)

Mas Guntur (Ukiran) · Ki Darma (KLV #001) · Nyi Kembang (Peta & Jalan)

Dan dari batang itu, tumbuh daun-daun baru generasi yang tidak lagi hanya menjaga, tapi mulai menyebarkan. Aku adalah salah satu daun itu. Begitu juga Morekey. Begitu juga, mungkin, kau.

Narator Silombra (Penulis Buku Ini)   "Aku menulis agar kau mengingat."

Morekey (Benih yang Dilepaskan)   "Aku adalah benih. Dan benih, ketika ditanam di tempat yang tepat, akan tumbuh."

Kau (Pembaca   Mata Rantai Berikutnya)   "Pertanyaannya adalah: apa yang akan kau wariskan?"

Lihat selengkapnya