Siluet

Tri Wahyuningsih
Chapter #12

Yang Tinggal dan Yang Pergi

Pagi setelah Wildan pergi, rumah terasa seperti baru selesai menurunkan suara yang terlalu lama menguasai udara. Tidak ada motor berhenti mendadak di depan pagar. Tidak ada ponsel bergetar meminta penjelasan. Tidak ada pertanyaan yang sebenarnya lebih dekat ke tuntutan. Yang tersisa hanya bunyi-bunyi kecil. Sendok Ibu yang mengaduk teh, kipas tua yang berdecit tiap beberapa putaran, dan suara roda kursi Nabila yang bergeser pelan dari kamar.

Baru pagi ini aku sadar, rumah kami selalu punya suara sendiri. Hanya saja terlalu sering tenggelam oleh suara orang-orang yang merasa berhak masuk lebih jauh.

Hari ini Vinella libur. Aku punya waktu yang utuh di rumah, tanpa rasa bersalah.

Aku masuk ke kamar Nabila membawa sisir kayu. Dia duduk di dekat jendela, rambut panjangnya jatuh kusut di bahu. Cahaya pagi menyentuh sisi wajahnya, menampakkan garis letih yang tidak pernah benar-benar hilang sejak tujuh tahun lalu.

Aku berdiri di belakangnya dan mulai menyisir perlahan. Setiap helai rambut yang terurai terasa seperti waktu yang kusentuh dengan telapak tangan. Tahun-tahun ketika Ayah masih ada, masa-masa aku dan Nabila mengecoh jadwal kelas di fakultas yang berbeda, hari ketika semuanya pecah begitu saja, lalu bertahun-tahun setelahnya yang kami jalani dengan kebisuan.

Di lantai, Najwa duduk bersila sambil membolak-balik dua dress.

“Yang biru atau kuning, Kak?” tanyanya.

Aku menatap sebentar, lalu tersenyum kecil.

“Biru. Kamu kelihatan lebih hidup.”

Najwa terkikik dan berlari ke cermin retak di lemari. Anak itu tumbuh cepat, pikirku. Terlalu cepat untuk rumah yang sebagian penghuninya masih terperangkap di masa lalu.

Aku kembali menyisir rambut Nabila. “Najwa sekarang sudah cerewet,” kataku pelan. “Dulu kamu juga begitu kalau pilih baju.”

Mata Nabila bergerak ke arah cermin. Bibirnya membuka sedikit. “...Jwa.”

Aku berhenti. Najwa ikut menoleh, wajahnya seketika serius. Ia berjalan mendekat, dress biru masih menempel di dada.

“Kak Nabila suka dress biru ini juga?”

Lihat selengkapnya