Blurb
Apa jadinya jika Iblis memutuskan untuk berhenti menggoda manusia?
Dunia tiba-tiba berubah menjadi tempat yang "aneh" dalam semalam. Tidak ada lagi korupsi, tidak ada lagi kekerasan, bahkan kompetisi antarmanusia lenyap begitu saja. Namun, bagi Bara sebagai seorang Teolog, kedamaian ini adalah alarm kematian bagi peradaban.
Tanpa adanya godaan, manusia kehilangan hasrat, ambisi, dan yang paling mengerikan dimana mereka kehilangan alasan untuk bertobat. Dalam logika Bara yang tajam, jika tidak ada dosa, maka tidak ada pengampunan; dan tanpa pengampunan, Surga hanyalah sebuah konsep kosong yang tidak akan pernah tercapai.
Investigasi global membawa Bara ke sebuah danau tersembunyi di San Ramon, California, tempat ia akan menemukan sang Raja Kegelapan sedang memancing dengan santai. Iblis merasa lelah, merasa "bayaran" berupa jiwa manusia sudah tidak lagi berharga karena kualitas dosa manusia yang semakin rendah dan membosankan.
Untuk menyelamatkan esensi spiritual manusia, Bara terpaksa melakukan hal yang paling tidak masuk akal dalam sejarah teologi yaitu bernegosiasi dengan Iblis. Melalui sebuah kesepakatan berdarah, dimulailah "Manajemen Dosa yang Terukur"—sebuah kolaborasi sistematis antara pemerintah dunia dan kegelapan untuk memulihkan kembali keseimbangan antara kebajikan dan kejahatan.
Namun, di balik aliansi absurd ini, Iblis sedang menenun Grand Design yang jauh lebih mengerikan. "Tanpa Iblis Tidak Akan Ada Surga" adalah mantera sihir yang mengunci persepsi manusia selamanya.