Blurb
Bagi dunia, Lana adalah sebuah keheningan yang panjang. Dia adalah gadis yang berdiri di antara keramaian, namun kehadirannya sering kali dianggap tak lebih dari seonggok benda mati.
Di dalam dadanya, Lana menyimpan ribuan kelereng kaca berwarna-warni. Setiap kelereng adalah kata yang ingin ia ucapkan—Ibu aku sayang kamu, Aku takut, Tolong dengarkan aku—namun semuanya tersumbat di pangkal tenggorokan. Bagi Lana, berbicara bukan sekadar mengeluarkan suara, melainkan upaya memecahkan botol kaca yang mengurung jiwanya.
Di sekolah, dunia adalah raksasa yang meneriakinya setiap saat. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu Gilang, anak laki-laki dengan noda tinta di jemarinya yang melihat Lana bukan sebagai "si bisu", melainkan sebagai sebuah mahakarya yang belum selesai dilukis.
Saat sebuah festival bakat memaksa setiap orang untuk "menunjukkan suara", Lana berdiri di persimpangan paling sulit dalam hidupnya. Haruskah ia tetap bersembunyi di balik dinding sunyi yang aman, atau berani menghancurkan botol kaca itu dan membiarkan dunianya tumpah, meski ia tahu pecahannya mungkin akan melukainya?