SIMFONI DI BALIK BOTOL KACA.

P12
Chapter #7

​BAB 7: LUKA LAMA

Hujan turun dengan cara yang berbeda malam ini. Suaranya yang menghantam atap seng rumah kami tidak lagi terdengar seperti musik, melainkan seperti ribuan jarum kecil yang mencoba menembus kulitku. Setiap kali kilat menyambar, cahayanya yang putih kebiruan memantul di jendela kamar, menciptakan bayangan panjang yang menyerupai siluet seseorang yang sedang melambai.

Aku meringkuk di bawah selimut, memeluk sebuah kotak kayu kecil yang permukaannya sudah halus karena terlalu sering dielus. Di dalamnya terdapat sebuah pita merah yang sudah kusam dan sebuah foto yang warnanya mulai menguning di sudut-sudutnya. Foto itu adalah satu-satunya jembatan menuju dunia sebelum kesunyian ini berkuasa.

Di dalam foto itu, aku berusia enam tahun. Aku tertawa lebar hingga mataku menyipit, duduk di atas bahu seorang laki-laki yang memiliki senyum paling hangat di dunia. Ayah.

Jika aku memejamkan mata cukup rapat, aku masih bisa mencium aroma parfum Ayah—perpaduan antara bau tembakau tipis dan kayu cendana. Di kepalaku, suara Ayah adalah warna emas yang berkilau, seperti madu yang dituangkan di bawah sinar matahari pagi. Suaranya adalah rumah. Suaranya adalah alasan mengapa aku dulu tidak pernah berhenti bicara.

“Lana, jangan pernah takut bersuara, karena suara adalah sayapmu,” bisik Ayah dalam memoriku.

Namun, sayap itu patah tujuh tahun yang lalu.

Kejadian itu datang seperti pencuri di tengah malam yang tenang. Saat itu adalah hari ulang tahun Ibu. Kami sedang dalam perjalanan pulang setelah makan malam sederhana. Hujan turun sangat deras, persis seperti malam ini. Aku duduk di kursi belakang, sibuk menceritakan betapa indahnya warna pelangi yang kulihat di buku gambar sekolahku. Aku bicara tanpa henti, memenuhi ruang sempit di dalam mobil dengan celotehan riang.

Ayah tertawa, sesekali melirikku dari spion tengah. "Pelangi itu punya tujuh suara, Lana. Nanti Ayah ajarkan cara mendengarnya," katanya.

Lalu, segalanya terjadi dalam sepersekian detik.

Lihat selengkapnya