Simfoni Waktu dan Rasa

KAMISRIATI LEVI GAYATRI
Chapter #8

Bagian 08

"Na," panggil Erik mencoba membuka obrolan serius.

Vana menoleh dan berdehem.

Erik melirik situasi sekitar sebelum akhirnya melanjutkan, "Emang beneran ya, gosip kamu sama Rino itu?"

"Nggak," jawab Vana cepat. "Kamu nggak usah dengerin omongan Shella, emang kurang jelas tuh anak."

Erik mengangguk pelan. "Tadi aku lihat kamu blokir nomor seseorang. Kenapa?"

"Nggak apa-apa."

"Aku nggak maksa kamu buat cerita sekarang, tapi aku harap kamu ngerti batasan," ujar Erik bijak.

Vana menatap Erik lekat-lekat. Merasa yakin dengan sahabatnya itu, ia akhirnya memutuskan menceritakan semuanya. "Sebenarnya Rino emang gencar deketin aku akhir-akhir ini, tapi aku sama sekali nggak pernah nanggepin. Nah, semalem ceweknya tiba-tiba hubungin aku dan minta supaya aku jauhin Rino."

Erik hanya terkekeh pelan. Ekspresinya sama sekali tidak terlihat kaget. "Nisa?"

Vana tersentak kaget. "Kamu kenal?"

"Aku sama Rino dulu sekelas waktu SMA. Rino dan Nisa bahkan udah pacaran sejak kelas dua SMA," jelas Erik tenang.

Deg.

Vana bukan merasa sakit hati karena cemburu, melainkan dihantam rasa bersalah yang luar biasa karena ia hampir saja menjadi duri dalam hubungan orang lain. Vana bahkan kehilangan kata-kata, merasa sangat bersyukur masalah ini lekas terbongkar sebelum segalanya berjalan terlalu jauh.

"Kamu kok nggak pernah cerita ke aku?" tanya Vana heran.

Erik tertawa kecil. "Buat apa? Kan aku nggak punya kepentingan buat ikut campur urusan mereka." Padahal, jauh di dalam hatinya, dialah orang yang paling cemas memikirkan keselamatan dan nama baik Vana.

Melihat Vana terdiam merenung, Shella akhirnya kembali dari toilet. Namun, sebelum sempat duduk, Fenny meminta Shella untuk memanggil Vana dan Erik agar segera makan siang bersama.

"Ayo masuk, aku udah laper banget," ajak Shella.

"Emang ada-ada aja jalan pikiran orang zaman sekarang," gumam Erik pelan.

Vana tertawa kecil. "Udah, yuk masuk!" ajaknya.

***

Lihat selengkapnya