Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)

lidia afrianti
Chapter #5

Tentang Rumah

Hari ke-45.

Aku menemukan sebuah kotak tua di gudang apartemen.

Sebenarnya aku tidak sedang mencarinya.

Aku hanya berniat membereskan beberapa barang yang belum sempat dibuka sejak kami pindah.

Namun seperti banyak hal dalam hidup, beberapa kenangan muncul ketika kita tidak siap.

Kotak itu berwarna cokelat kusam.

Di salah satu sudutnya tertulis namaku.

Tulisan tangan ibuku.

ASHA

Aku langsung mengenalinya.

Kotak dari rumah lama.

Rumah yang kutinggalkan bertahun-tahun lalu.

Rumah yang tidak pernah benar-benar ingin kuingat.

“Apa itu?”

Suara Rendra membuatku menoleh.

Ia baru saja pulang.

Masih mengenakan kemeja kerja.

Aku mengangkat kotak itu sedikit.

“Barang lama.”

“Mau dibuka?”

Aku ragu.

Sangat ragu.

Namun akhirnya mengangguk.

“Ya.”

Kami duduk di lantai ruang tamu.

Berdekatan.

Kotak itu berada di antara kami.

Entah kenapa jantungku berdebar seperti sedang menghadapi ujian.

Aku membuka tutupnya perlahan.

Di dalamnya terdapat beberapa buku.

Foto-foto lama.

Sebuah boneka kelinci.

Dan sebuah map biru.

Aku langsung tahu apa itu.

Karena aku pernah membacanya puluhan kali.

Mungkin ratusan.

Tanganku membeku.

Rendra memperhatikan.

“Asha?”

Aku menelan ludah.

“Itu surat.”

“Surat siapa?”

Aku tidak menjawab.

Karena aku sudah tahu jawabannya.

Ayahku.

Aku tidak membuka surat itu selama bertahun-tahun.

Namun aku masih mengingat hampir seluruh isinya.

Seolah kata-katanya tertanam permanen di kepalaku.

Aku mengambil map itu.

Membukanya perlahan.

Kertas di dalamnya sudah menguning.

Lipatannya mulai rusak.

Tetapi tulisannya masih jelas.

Aku membaca beberapa baris pertama.

Lalu berhenti.

Karena tiba-tiba aku kembali berusia sebelas tahun.

Duduk di ruang tamu.

Melihat ibuku menangis.

Melihat koper ayah tidak lagi berada di kamar.

Mendengar kalimat yang terlalu besar untuk dipahami seorang anak.

Ayah pergi.

Hanya dua kata.

Namun cukup untuk mengubah segalanya.

“Asha.”

Suara Rendra terdengar jauh.

Lihat selengkapnya