Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)

lidia afrianti
Chapter #6

Orang Ketiga Yang Bernama Keluarga

Hari ke-58.

Ada satu hal yang tidak dimasukkan ke dalam binder hitam.

Bukan karena aku lupa.

Melainkan karena aku tidak menyadarinya.

Pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang.

Pernikahan juga menyatukan dua keluarga.

Dan terkadang…

Itulah bagian tersulitnya.

“Besok kita makan siang di rumah Mama.”

Aku mengangkat kepala dari laptop.

“Hm?”

Rendra sedang melipat lengan kemejanya.

“Ulang tahun Papa.”

Aku langsung duduk tegak.

“Besok?”

“Iya.”

“Kenapa baru bilang sekarang?”

Rendra berhenti.

Berpikir.

Lalu berkata:

“Aku lupa.”

Aku menatapnya.

Ia menatap balik.

Dua detik.

Tiga detik.

Lima detik.

Lalu ia tertawa.

“Oke. Aku tahu. Itu bukan jawaban yang bagus.”

“Sama sekali tidak bagus.”

“Aku minta maaf.”

Aku menghela napas.

Sebagian besar masalah dalam pernikahan ternyata tidak rumit.

Hanya pengulangan dari hal-hal kecil.

Dan salah satu hal kecil itu adalah kemampuan Rendra untuk lupa memberi tahu sesuatu sampai detik terakhir.

Keesokan harinya kami tiba di rumah orang tua Rendra.

Rumah besar dua lantai yang selalu terlihat rapi.

Terlalu rapi.

Bahkan tanaman di halaman tampak memiliki jadwal hidup yang lebih teratur daripada kebanyakan manusia.

Aku menggenggam tas sedikit lebih erat.

“Asha.”

Suara Rendra pelan.

Aku menoleh.

“Kamu tegang.”

“Aku nggak tegang.”

“Kamu pegang tasmu seperti sedang menghadapi perampok.”

Aku langsung melonggarkan genggaman.

Rendra tersenyum.

Kemudian menggenggam tanganku.

Hanya sebentar.

Namun cukup untuk membuatku sedikit lebih tenang.

Ibunya membuka pintu.

“Rendra!”

Pelukan.

Tawa.

Sapaan.

Semuanya hangat.

Lalu pandangan itu beralih kepadaku.

“Asha.”

Aku tersenyum.

“Selamat siang, Tante.”

“Masih panggil Tante?”

Aku membeku.

Oh.

Benar.

Aku sekarang menantunya.

Bukan tamu.

Ibunya tertawa kecil.

“Tidak apa-apa.”

Aku tersenyum kaku.

Dan mendadak merasa seperti murid baru di sekolah.

Makan siang berlangsung cukup baik.

Lihat selengkapnya