Hari ke-136.
Aku mencoba menjadi orang dewasa.
Sungguh.
Aku mencoba.
Aku mencoba tidak memikirkan Maya.
Mencoba fokus bekerja.
Mencoba mengingat bahwa setiap manusia memiliki masa lalu.
Mencoba mengingat bahwa aku juga punya mantan.
Bahwa aku juga punya cerita sebelum Rendra.
Bahwa tidak semua hal harus menjadi masalah.
Masalahnya adalah…
Otak manusia tidak pernah bekerja sama saat dibutuhkan.
Semakin aku berusaha tidak memikirkannya…
Semakin aku memikirkannya.
Hari pertama.
Aku berhasil.
Hari kedua.
Sedikit kurang berhasil.
Hari ketiga.
Aku mengetik nama “Maya” di kolom pencarian media sosial.
Lalu langsung menutup aplikasinya karena malu pada diriku sendiri.
Aku seorang psikolog.
Dan aku sedang melakukan hal yang biasanya kusarankan untuk tidak dilakukan.
Ironis.
Malam itu Rendra menelepon seperti biasa.
Kami berbicara tentang pekerjaannya.
Tentang hujan di Bandung.
Tentang makanan rumah sakit yang katanya terasa seperti hukuman.
Semuanya normal.
Terlalu normal.
Karena ada satu hal yang tidak kami bahas.
Maya.
Dan semakin kami menghindarinya…
Semakin besar keberadaannya.
“Ada yang mau kamu tanyakan?”
Rendra tiba-tiba berkata.
Aku langsung membeku.
Karena tentu saja.
Ia mengenalku terlalu baik.
“Apa?” kataku pura-pura tidak tahu.
“Asha.”
Aku memejamkan mata.
Ketahuan.
“Kamu jeda tiga detik lebih lama dari biasanya setiap kali ngomong.”katanya.
“Aku benci kamu.”
“Itu bukan jawaban.”
Aku menghela napas.
Panjang.
Lelah.
Kemudian akhirnya bertanya:
“Siapa Maya?”
Sunyi.
Namun kali ini tidak selama sebelumnya.
“Pacarku waktu kuliah.” katanya.
Langsung.
Jujur.
Tanpa berputar-putar.
Dan anehnya…
Itu justru membuatku lebih tenang.
Karena kenyataan hampir selalu lebih kecil daripada imajinasi.
“Oh.”
“Katanya kamu benci kata ‘oh’.”
“Aku sedang mengalami emosi yang kompleks.”
“Itu terdengar seperti sesuatu yang akan ditulis psikolog di laporan.”
Aku tertawa.
Dan ketegangan itu sedikit berkurang.
Sedikit.
Namun tidak hilang.
“Kenapa kamu nggak pernah cerita?”
Aku akhirnya bertanya.
Dan di situlah semuanya berubah.
Karena untuk pertama kalinya…