Sinner

Kim Raeneul
Chapter #13

Sinner Tiga Belas - Hobi Yang Sama

 “Udah puas lihat foto-foto gue sama Chopa?”

Mata Senna membulat, dia menoleh ke arah pemuda itu. Gadis itu hendak menjawab, tetapi suaranya tertahan di tenggorokkan. Lidahnya terasa kelu dan kepalanya dipenuhi dengan banyak pertanyaan.

Gimana dia bisa tau kalau daritadi gue foto dia sama Chopa? Padahal dia nggak pernah lihat kearah gue.”

Senna tidak tau. Saat Vindra berlari menghindari Chopa, dia tidak sengaja melihat gadis manis itu sedang memotret teman bulunya. Dia berpura-pura tidak melihatnya.

Gadis itu juga terlalu sibuk dengan objek menggemaskan di layar kameranya. Dia tidak menyadari jika pemuda itu sudah mengetahui keberadaannya. Tatapan gadis itu beralih kepada Chopa yang saat ini melompat ke arah pemuda di depannya. Dia semakin membeku saat adik Rara itu duduk di sebelahnya.

Vindra mengulurkan tangan kanannya ke arah Chopa—memberi makan Welsh Corgi—setelah makanan di tangannya habis, dia mengusap kepala anjing itu. Chopa menggongong kepada Senna. Gadis itu tersentak. Kaki depannya sudah berada di lutut gadis itu.

Senna tersenyum. Dia membawa Chopa ke pangkuannya. Gadis itu mengelus sayang kepala sahabat bulu barunya. Chopa membalas dengan jilatan di tangannya, membuat gadis itu terkekeh geli melihat tingkah makhluk berbulu itu.

“Kayaknya Chopa suka sama lo, Sen.”

Senna memalingkan wajahnya menatap Vindra yang sedang memotret kebersamaannya dan Chopa. Tentu saja dia memotret mereka dengan kamera milik gadis itu tanpa seizin pemiliknya.

Vindra kembali melihat foto-foto yang dipotret gadis itu. “Foto-foto lo bagus juga. Lo kayak Paparazzi yang selalu ingin tau kehidupan para artis.”

Gadis itu mendengkus mendengar ucapan cowok di sampingnya yang terkesan mengejek. “Kalau lo pikir gue ke sini karena ikutin lo, lo salah. Gue juga baru tau kalau pemilik anjing yang gue foto itu lo.”

Gadis itu berkata yang sebenarnya. Dia memang baru tau jika pemuda yang dikejar Chopa adalah Vindra. Cowok yang mempunyai senyum kotak hanya mengangkat bahunya tidak peduli, membuat dia memutar kedua mata malas.

Gadis itu mengalihkan tatapannya ke arah hewan berwarna coklat itu yang sedang menatapnya. Dia tersenyum lalu mengusap kepala Chopa sayang.

“Kenapa lo harus punya majikan yang dingin dan menyebalkan seperti dia?”

Tanpa gadis itu sadari, bibir pemuda di sampingnya tersenyum tipis mendengar gerutuannya. Dia memang benar, jika majikan teman buluya itu seseorang yang dingin dan menyebalkan, tetapi dia tidak tau jika majikan asli wels corgi itu adalah Yuda, bukan dirinya.

Senna semakin asik bermain dengan Chopa di pangkuannya, tanpa menyadari pemuda di sampingnya sudah banyak merekam kebersamaan mereka.

Vindra tersenyum kecil melihat gadis berambut panjang itu terkekeh geli, saat teman bulu barunya itu menjilat hidungnya. Sama seperti yang dilakukan Chopa terhadapnya di mobil Yuda.

Hatinya menghangat melihat kebersamaan Senna dan Chopa. Pemuda itu tidak hanya memotret kedua makhluk berbeda jenis itu, dia juga memotret pengunjung lain dan objek yang dia anggap menarik dengan kamera gadis itu.

Gadis itu terlalu sibuk dengan Chopa tanpa mempedulikan adik Senna itu memakai kameranya tanpa izin.

Vindra seperti kembali ke masa sekolah. Dia setiap hari selalu menyempatkan waktunya untuk memenuhi hobi fotografinya.

***

Vindra menyukai fotografi saat dia tidak sengaja bertemu seorang fotografer terkenal di Sidney, saat dia masih kecil. Dia selalu diajak ayahnya jalan-jalan saat liburan sekolah, walaupun hanya keliling Indonesia.

Saat usianya sembilan tahun, dia dan keluarga berlibur ke Sidney. Saat itu dia, kakak, dan adiknya dalam masa liburan. Darma pergi ke Sidney untuk bertemu dengan rekan bisnisnya dan pria itu mengajak keluarganya sekalian liburan di sana.

Hari pertama di Sidney, setelah sarapan, Darma langsung menemui rekan bisnisnya. Pria itu menyuruh istri dan ketiga anaknya untuk menunggunya di kamar hotel.

Lihat selengkapnya