Media day F4 enggak seheboh F1. Cuma beberapa media lokal, satu fotografer yang siap memotret para driver muda dengan suit balapnya masing-masing.
Itu adalah hari yang terasa lebih seperti ruang tunggu rumah sakit daripada festival olahraga.
Udara penuh bau kopi dingin, karet ban, dan kain race suit baru. Para pembalap berdiri berkelompok kecil, bukan karena dekat, tapi karena nggak tahu harus berdiri di mana. Beberapa masih canggung dengan tubuhnya sendiri di dalam suit balap. Ada yang kelihatan terlalu muda buat pakai helm, ada yang terlalu tua buat pura-pura santai.
Gerard menyenggol bahu Corey pelan. “Mereka lagi menertawakan kita,” bisiknya. Dia berdiri agak jauh dari kerumunan bersama Corey.
“Siapa?” balas berbisik Corey.
“Blackbull, number 10 and his teammate. Tim Blackbull,” jawab Gerard. Sesekali matanya memperhatikan para driver muda dengan suit kebesaran.
“Ketawain balik,” ujar Corey.
Gerard tertawa keras. Semua mata melirik.
Kemudian Corey ikut tertawa kecil. Biar Gerard ada teman. Tapi karena namanya keburu dipanggil, Corey berdehem sebentar dan jalan menuju dinding dengan latar hitam polos.
Kamera-kamera kecil berkelip tanpa suara. Corey berdiri, melihat ke kamera.
Fotografer yang botak itu bilang, “Senyum.”
Tapi Corey nggak benar-benar senyum. Ga bisa. Ekspresi fotografer kelihatan udah capek. Pengen banget segera menyelesaikan ini semua.
Corey ga nyaman. Yang ada di wajahnya cuma ekspresi siap difoto tapi belum siap dinilai.
Setelahnya Corey digiring ke sebuah panel untuk duduk. Seorang wartawan menunggunya. Seorang pria paruh baya dengan wajah tirus bermata cekung. Rambutnya pirang tipis.
Wartawan itu tidak memperkenalkan diri. Dia memberikan mikrofon kepada Corey.
Seseorang yang memegang kamera berkata, “Mulai.”
Corey menarik napas. Dia melihat ke kamera.
“Hi, I’m Corey Vorstein. Racing for Formula 4 this season with Mad Monkey Motorsport. My goal is to level up, so huge thanks to the team and everyone who’s been supporting me, especially… my family.5”
Percaya diri dan matang. Sesuai dengan arahan yang diberikan James. Kecuali tidak menyebut sponsor terbesarnya, Vorstein Industries.
Sementara Gerard menyebut Vorstein Industries di perkenalannya dengan jelas.
Wawancara berlangsung singkat, datar, penuh jawaban aman. Tak ada panggung. Tak ada sorakan. Hanya mikrofon kecil, logo media lokal, dan pertanyaan yang sama diulang-ulang pada semua driver.