Corey sudah mengejar Joseph Ocean dari tiga lap lalu. Joseph agresif — suka nutup racing line sampai borderline illegal. Sementara Corey lagi kejar-kejaran sama kondisi badan: pusing, overheat, tapi keras kepala.
“Corey, recharge setting 3. Lu bisa dapetin dia di braking zone berikutnya.”
Suara James terdengar di radio dengan noise yang cukup mengganggu.
Corey terengah. “Dia tutup ruang terus. Gue ambil… jalur luar… nanti gue switchback.”
“Only if you’re sure. Jangan maksa kalau space ngg—”
James telat. Corey udah buang mobil ke kanan, fake ke outside, lalu lempar setir ke kiri. Divebomb.
Joseph kaget. Dia nutup terlalu cepat.
Dan ruangnya… nggak cukup.
Ban depan kanan Corey nyenggol ban belakang kiri Joseph.
BUMP!
Joseph sedikit spin setengah—dia koreksi arah mobil—kembali ke track tapi kehilangan dua posisi.
Corey selamat, tapi mobilnya bergoyang keras.
Telemetry James langsung merah.
“Contact, Core! CONTACT! Are you okay?!”
Corey berkata sambil ngos-ngosan di balik helm, “The car is fine… I think… just give me the delta! Mobil oke… kasih gue deltanya!”
“Copy. Tapi insiden kamu under investigation.”
Corey mencak-mencak kecil di helmnya. “Aduh… Joseph yang nutup gue duluan….”
“Gue tahu. Tapi dari kamera race, dive lu terlalu optimistis.”
Suara James sedikit bergetar nahan ketawa stres. Anak didiknya yang satu ini bisa sama agresifnya seperti Joseph yang dari kecil udah sering ngangkat trofi karting. Tapi Corey punya kelebihan: nekat.
Sementara itu, di layar televisi 29 inchi yang digantung di dinding bercat krem terdengar suara komentator balap yang sedang bertugas.
“OHH contact! Corey Vorstein from Mad Monkey goes for a late lunge— and taps Joseph Ocean from Black Bull!”
“That is VERY Verstappen 2016. A bit much for F4!”
“I’d be surprised if the stewards let that go.”
Helen yang nonton sambil makan seblak hampir aja keselek cabe melihat kelakuan pacarnya barusan. Kalau Joseph atau Corey refleksnya telat dikit, mereka bakal crash.
Sementara insiden tadi sedang dalam investigasi, balapan terus berlanjut. Terdengar Joseph dan race engineer-nya gibahin Corey.
“Are you kidding me?! He sent it from TWO POSTCODES AWAY! Dia nyeruduk dari dimensi lain, woy!”
“Keep your head down, mate. Stewards are reviewing. Tenang, kawan. Steward lagi meninjau.”
“No, he shouldn’t be on track if he drives like that! Dia ga seharusnya balapan kalau nyetir kayak gitu!”
Di sirkuit, Tim Black Bull langsung naik pitwall.
Owen di pit Mad Monkey nyengir sambil ngangkat bahu, literally kayak bilang, “Namanya juga Corey.” Dia sama sekali tidak keberatan dengan kelakuan driver nomor 88 itu.
Lap dua belas selesai dan berganti jadi ke-13. Steward selesai review kasus Corey nyenggol Joseph.
“Car 88 (Vorstein) — 5 second time penalty for causing a collision.”
James langsung masuk radio
“Core, kita kena lima detik. Lu harus buka gap empat sampai lima untuk jaga P9.”
“Copy… give me the target delta. Kasih gue target deltanya.”
“Minus four-tenths per lap.”
“…Done.”