SINTAS 2.0: ENDURE

Keita Puspa
Chapter #16

S2: SEMBILAN

Joseph Ocean kembali ke pit Blackbull dengan napas yang masih belum normal. Di dalam pikirannya masih teringat bagaimana driver Mad Monkey menyenggol ban dan membuatnya berputar. 

Bocah Italia itu cukup pede dengan keahliannya menutup jalan lawan. Membuat mereka berpikir dua kali untuk menyalip tanpa contact karena ruang yang sempit.

Joseph melepas sarung tangan dan melemparnya ke arah kursi yang baru saja ditinggalkan seorang mekanik. Dia duduk di kursi sebelah kemudian menatap ke arah pit Mad Monkey. 

Dari jauh terlihat para mekanik dan engineer berbaju kuning-hitam mengadukan telapak tangan dengan driver nomor 88.

Seorang engineer menyodorkan sebotol isotonik pada Joseph. Dia meminumnya pelan. 

“Siapa namanya? Driver 88?” tanya Joseph pada engineer itu. 

“88? Corey Vorstein,” kata si engineer. Headset masih menggantung di lehernya. 

Joseph meneguk minumannya hingga habis tanpa menolehkan pandangan dari pit Mad Monkey. Corey terlihat bergerak menuju tempat selebrasi. 

“Kalau dia tidak membuatmu spin, kamu bisa podium, Jo,” ucap engineer berambut merah keriting itu. 

Joseph menggenggam botolnya erat-erat. Dia tahu itu. Tapi lebih dari itu, Joseph yakin kalau contact itu disengaja. Dia yakin kalau driver 88 itu bisa overtake bersih. 

Itu lah yang membuat Joseph kesal. Bukan karena dia spin dan kehilangan posisi. Tapi karena Corey sengaja menyenggolnya. Joseph sadar kalau saat itu melakukan kesalahan dengan memberi cukup ruang. 

He's good. Datanya bagus. Jangan remehkan dia, Jo.” Engineer berambut merah menepuk bahu Joseph sekali. Kemudian dia bergegas ke paddock. 

Joseph memandangi Corey sampai menghilang dari pandangan. Tadinya, dia pikir orang-orang Mad Monkey itu cuma unggul di usia. Ternyata salah. Mereka tidak pamer di free practice. Mereka menunjukkan kemampuannya di race

Sedikit buru-buru, Joseph menuju ke paddock. Dia meminta race engineer-nya untuk memberikan perhatian lebih kepada driver Mad Monkey. 

Musim ini adalah musim yang menarik. Untuk pertama kalinya, McAllister yang musim kemarin mentok di P5, meraih podium. Sebuah bukti kalau mobil Mad Monkey mengalami peningkatan. 

Kemudian muncul Vorstein. Cowok yang telat masuk formula junior tetapi tidak dengan skill-nya. Dua race terakhir performanya stabil. Malah semakin bagus. 

Jantung Joseph berdebar. Dia menantikan balapan selanjutnya. Dia ingin segera kembali balapan bersama duo Mad Monkey. 

***

“Lu tuh agak keterlaluan sama Joseph,” kata James ketika duduk di meja makan. Dia baru saja selesai memasak dada ayam bawang putih buat Corey. “Gue bilang cukup jalan kenceng pas ban masih dingin terus spin dan pura-pura ketinggalan jauh,” katanya menyinggung skenario yang seharusnya Corey lakukan.

“Tapi berhasil, kan?” Corey menyendok daging ayam yang James potong bentuk dadu.

Lihat selengkapnya