Sirkuit Imola. ronde ketiga Formula 3. Tribun terlihat lengang. Beberapa pendukung memakai atribut tim favorit mereka. Sebagian besar memakai baju merah. Matahari belum terlalu terik tapi tidak berpengaruh ke kokpit.
Gerard dan Joseph sedang melaju kencang, saling berebut posisi di posisi satu dan dua. Keduanya tancap gas di lintasan lurus, saling salip, dan mencoba mengambil keuntungan di setiap tikungan. Persaingan mereka sangat ketat, dan tak satu pun dari mereka ingin mengalah.
Sementara itu, Corey berada di posisi ketiga, mencoba mengejar Gerard dan Joseph. Dia terus memacu mobilnya, mencoba mencari celah untuk menyalip. Namun, dia kesulitan untuk mendekat ke dua pembalap di depannya.
"James, kasih tahu Gerard! Dia nutup jalur gue terus di Tikungan 4. Gue punya pace lebih cepat dari dia dan Joseph!" teriak Corey di radio.
"Copy, Corey. Kami sedang bicara dengan sisi garasi sebelah.”
Corey menahan pace. Gerard tidak menunjukkan tanda akan memberinya jalan. Gerard dan Joseph bertarung seakan lintasan hanya milik mereka berdua.
"Corey, mereka berdua wheel-to-wheel di depan. Hati-hati, jangan sampai ada kontak antar mobil kita!"
James memperingatkan Corey di radio..
Balapan semakin mendekati akhir, dan persaingan di posisi depan semakin memanas. Gerard dan Joseph terus saling salip, dan Corey semakin dekat. Dia tahu dia harus bertindak cepat jika ingin memenangkan balapan.
Di lap terakhir, tikungan terakhir, Gerard memaksa masuk ke sisi dalam Joseph. Joseph melebar menghindar. Corey melihat celah kecil di tikungan itu. Dia mengambil risiko dan menyalip Gerard dan Joseph sekaligus.
“AKU MASUK DI ANTARA MEREKA! I'm through! I'm through both of them!"
"YES! Bersih, Core! Tahan sampai garis finish!"
Terdengar suara sorakan kru samar di latar belakang suara James.
Corey terus melaju hingga checkered flag terangkat ke udara.
"P1, Corey! Mega job. Lu baru aja memenangkan balapan ini dari posisi yang mustahil.”
Suara James terdengar bangga. Dia tersenyum di pit wall dengan tangan bersilang di dada.
“WOOOOOOW! YES! THANK YOU, TEAM! Mobilnya luar biasa di lap terakhir. Gue ga percaya bisa melakukan itu! Let's go!" teriak Corey dari balik helm.