SINYO MARCO

Gie_aja
Chapter #1

SATU

Siang itu, hujan masih turun dengan derasnya. Tapi perayaan penyambutan kedatangan Tuan Hener dari kampung halamannya, Belanda, harus tetap dilaksanakan. Sebagai pimpinan kepala staff yang membawahi beberapa staff divisi PT. Inti Gemilang Makmur, Pak Herlambang sibuk mengatur barisan ratusan karyawannya di depan gedung kantor. Mereka tampak rapi berbaris dengan masing-masing membawa payung menghindari guyuran air hujan. Dari divisi yang paling tinggi sampai ke para buruh, mereka sudah siap menyambut kedatangan Tuan Hener sebagai bos besar PT. Inti Gemilang Makmur.

 

“Perhatian!” seru Pak Herlambang. Serentak ratusan karyawan itu langsung terpusat perhatiannya pada Pak Herlambang. “Setelah dua bulan kita ditinggalkan oleh Tuan Hener untuk mengurus bisnisnya di Belanda. Tentunya kita sebagai karyawan teladan PT. Inti Gemilang Makmur pasti rindu ingin menyambut kedatangan Bos Besar kita. Setuju!” seru Pak Herlambang pada ratusan karyawan yang sudah terlihat rapi berbaris menurut divisinya masing-masing. “Setuju ...!” sahut mereka. Derasnya guyuran hujan sama sekali tidak menyurutkan semangat ratusan kayawan itu untuk menyambut kedatangan Tuan Hener. “Apa kalian sudah siap menyambut kedatangan pimpinan kita!” seru Pak Herlambang lagi dengan suara lantang. “Siap,” jawab ratusan karyawan itu dengan suara lantang juga. “Bagus! Tuan Hener pasti bangga mempunyai ratusan karyawan setia seperti kalian,” puji Pak Herlambang dengan lantangnya didepan mereka.

 

Setelah dirasakannya cukup menyemangati semua karyawan, Pak Herlambang berjalan menghampiri Nyonya Hamidah, istri Tuan Hener, yang saat itu sudah hadir disamping kanan barisan karyawan. Nyonya Hamidah berlindung di sebuah tenda yang khusus disiapkan untuk keluarga Tuan Hener. Sudah dua puluh tahun Nyonya Hamidah menikah dengan Tuan Hener. Meskipun Tuan Hener asli orang Belanda, dan Nyonya Hamidah dari Betawi, tapi perbedaan itu tidak merenggangkan cinta mereka yang masih terjalin mesra selama dua puluh tahun ini. Bahkan mereka sudah dikaruniai seorang putra, namanya Marco Van Bouwer

 

Dalam sikap sempurna, Pak Herlambang memberi hormat pada Nyonya Hamidah, “Lapor, Nyonya. Semua karyawan PT. Inti Gemilang Makmur sudah siap menyambut kedatangan Tuan Hener. Laporan selesai,” kata Pak Herlambang dengan suara lantang. “Bagus,” jawab Nyonya Hamidah singkat dengan rasa bangga. Setelah selesai memberikan laporan, Pak Herlambang kembali pada posisinya didepan semua barisan karyawan.

 

Perayaan penyambutan yang tadinya ingin dibuat sesederhana mungkin, malah sekarang tampak mirip seperti upacara militer. Bahkan Pak Herlambang yang menjadi pimpinan upacara, tampil lengkap dengan tongkat komando. Sekilas memang tampak aneh dan terlalu berlebihan, tapi untuk menyambut kedatangan Tuan Hener sebagai bos besar PT. Inti Gemilang Makmur yang membawahi beberapa perusahaan export import terbesar di Jakarta, memang sudah sepantasnya di sambut dengan penuh penghormatan layaknya pada seorang jenderal tertinggi.

                                               

***

Lihat selengkapnya