SINYO MARCO

Gie_aja
Chapter #4

EMPAT

Lilis tak perduli, lagipula dia sudah tidak ambil pusing lagi pada keputusannya. Lilis merasa benar-benar yakin kalau Sinyo Marco adalah jodohnya. “Sekarang Sinyo udah tahu isi hati Lilis. Apa Sinyo mau nerima Lilis? Kalo mau, Sinyo boleh ambil bunga mawar ini sebagai tanda cinta dari Lilis,” kata Lilis sambil mengulurkan tangannya, berharap Sinyo Marco akan mengambil bunga mawar yang digenggamnya. Sinyo Marco terdiam, dia benar-benar pusing mengatasi masalah cinta yang sekarang menjeratnya. “Lis, kamu ...” Belum sempat Sinyo Marco meneruskan bicaranya, Lilis langsung nyela, “Lilis tahu Lilis ini orang kampung. Lilis juga sadar kalo Lilis cuma cewek dusun yang bisanya mimpi jadi pacarnya Sinyo. Asal Sinyo tahu aja, cinta Lilis sama Sinyo bener-bener murni. Kalo Sinyo nggak percaya, Lilis mau buktiin cinta Lilis sama Sinyo. Lilis akan nyebur ke kolam ikan untuk membuktikan kalo cinta Lilis bener-bener tulus,” kata Lilis sambil mengambil ancang-ancang hendak terjun ke kolam pemancingan.

Serentak, tanpa aba-aba, Sinyo Marco dan Juned berusaha mencegah niat jelek Lilis. Bahkan beberapa orang yang kebetulan ada di lokasi pemancingan itu berusaha menolong Lilis supaya tidak nekad menerjunkan dirinya ke dalam kolam. Mereka memegangi erat kedua tangan dan bahu Lilis.

   

“Lo apa-apaan sih pake mau terjun segala, Lis! Jangan gila dehh lo!” sentak Juned yang masih memegang erat tangan kiri Lilis supaya tidak jatuh. Sinyo Marco memegangi tangan kanan Lilis, dan beberapa orang lainnya memegangi bahu dan pinggang Lilis.

   

“Lepasin! Biarin Lilis loncat! Biar Sinyo tahu kalo cinta Lilis ini bener-bener murni,” kata Lilis yang sedari tadi berusaha memberontak minta dilepaskan.

   

“Udah, Lis. Kamu jangan bunuh diri. Aku percaya sama kamu,” kata Sinyo Marco yang akhirnya bisa menenangkan Lilis.

   

“Jadi ... Sinyo mau nerima Lilis jadi pacar Sinyo?” tanya Lilis.

   

Dengan terpaksa, Sinyo Marco menganggukan kepala dan perlahan mengambil bunga itu dari tangan Lilis. Saking senangnya, Lilis langsung memeluk dan menciumi kening dan pipi Sinyo Marco. Lilis tidak jadi bunuh diri. Orang senang mana mau bunuh diri. “Lilis seneng banget, akhirnya Lilis bisa jadi pacarnya Sinyo. Ai Lop Yu So Muc ... Hehehe ...” kata Lilis diakhiri dengan tawa riang. Saat itu, Juned benar-benar bingung, kenapa juga Sinyo Marco bisa mengambil keputusan se-nekad itu. “Nekad lo, Nyo,” sentak Juned setengah marah pada juragannya sendiri. Sinyo Marco hanya diam, dia tak punya pilihan lain, selain menerima cinta Lilis... Meski hanya untuk sementara waktu saja.

   

“Juneddd ...” teriak Bi Siti dari jauh.

   

Celaka! Dari teriakannya yang kencang itu, ditambah ekspresinya yang geram, tampak jelas kalau Bi Siti sedang marah besar pada Juned, anak kandungnya. Suasana yang tadinya sudah aman terkendali, kini mulai ricuh kembali.

Lihat selengkapnya