Sirr

Ahmad Muamar Z.
Chapter #2

Prolog

Cahaya matahari sore menerobos masuk melalui celah gorden ruang tengah, menciptakan garis-garis keemasan di atas karpet beludru tempat seorang manusia muda biasa bersantai. Suasana rumah begitu hening. Bukan hening yang mencekam, melainkan keheningan yang nyaman, beraroma diffuser lavender dan sisa wangi masakan ibunya.

Kavian, namanya. Dia duduk bersila di sofa, mengenakan kaus polos berwarna navy. Di depannya, di atas meja, sebuah ponsel ditegakkan dengan bantuan tumpukan buku-buku pelajaran miliknya.

Dia menarik napas panjang, merapikan sedikit rambutnya, lalu mencondongkan tubuh ke depan.

Tombol merah di layar disentuh.

"Satu, dua, tiga. Tes suara. Masuk, ya."

Kavian memundurkan punggungnya, bersandar santai pada bantalan sofa. Dia tersenyum ke arah lensa kamera, senyum yang ramah, topeng terbaiknya untuk bertahan hidup.

"Halo, semuanya. Saya Kavian Prasetya Darsa. Ini adalah tugas autobiografi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu Bu Tias."

Lihat selengkapnya