Sisa Duit Terakhir

Oleh: Anisa Hasan

Blurb

Semua orang gila, ekonomi juga sudah gila. Tak terkecuali anak perempuan dengan nama Tuna Ayu. Bagi dia, Bapaknya —Karmin, tak kalah jauh gila daripada dirinya yang setiap hari mengais recehan duit menggosok jamban dan digoda oleh para pedagang asongan di terminal, kalau lelaki tua itu menjual jiwa Ibunya —Sriyanti, dulu setelah melahirkannya.

Karmin bilang, Sriyanti gila karena dia sudah malas mencari sebuah pekerjaan saja di ekonomi memburuk seperti segumpal kencing anjing sekarang, dan dengan sintingnya ingin berleha-leha layaknya seorang bos. Tapi tidak menurut Ayu. Ada yang tidak pernah beres dari tatapan dan tangisan Sriyanti setiap menjelang malam. Terlebih kalau perempuan itu mendengar nama Darmo, seorang saudagar paling kaya di desanya muncul maka Sriyanti akan meraung seperti harimau.

Ayu mulai memupuk kebencian itu baik kepada Karmin maupun Darmo soal perilaku Sriyanti. Namun, apalah boleh dikata sehabis dia memutuskan untuk tidak bekerja menggosok jamban di terminal lagi, dia mendapatkan tawaran bekerja di salah satu toko grosir Darmo yang dipegang oleh sang anak, Rake. Hingga dari sana, Ayu mulai menemukan pecahan-pecahan alasan perilaku Sriyanti satu per satu dan perasaan rapuh yang tak disangkanya datang bagai badai yang berpadu.

Lihat selengkapnya