1997 tak ada sekolah yang membuatku sibuk,kegiatanku hanya mengurus rumah dan membantu para petani teh untuk mengurus kebunteh atau sekedar membantu pekerjaan apapun yang mereka kerjakan, aku dipaksa dewasa dan mandiri sejak kecil jadi sudah terbiasa dengan keringat dan ini timbal balik karena mereka juga mengurus anak tanpa orang tua dan rumah tanpa nama ini,
Rumah tanpa nama, memang begitu faktanya mereka tidak tau asal usul rumahku orang tuaku bahkan kakepun tidak pernah membahas hal ini dengan warga karna rumahku adalah rumah paling tua dan lama didaerah ini mereka pendatang entah dari mana dan rumahku 1km jarak dari rumah warga pantas saja mereka merasa aku dan rumahku tanpa identitas jelas,tapi aku bersyukur semua warga dan perangkat desa perduli kepadaku
"Baiklah pagi hari ini aku akan bereskan kau dari debu yang memelukmu wahai lantai"