SITS - Sial Ini Terlalu Sialan

Kein Mahardika
Chapter #1

Garis Finish Seorang Penipu

“BANGUN LO!”

Raka melayangkan pukulan yang tepat kena congornya si Bimo. Bimo kesungkur, tapi Raka gak ngelanjutin serangannya. Dia cuma natap tajam ke arah mata Bimo. Nafasnya yang naik-turun nandain emosi yang sekuat tenaga Raka tahan.

Menyadari lawannya udah habis kesabaran, Bimo milih gak melawan. Dia masih takut mati. Meski udah beberapa kali kawin, tapi Bimo juga ingin ngerasain nikah kaya orang-orang normal.

Lagipula dia gak mau nasibnya berakhir tragis kayak Dimas dan Pak Udin yang mati mengenaskan secara tiba-tiba. Jadi Bimo cuma bisa diem aja sambil mengerang kesakitan.

Raka nunggu lama, tapi sama sekali gak ada tanda-tanda perlawanan dari si Bimo, akhirnya dia milih pergi aja dari tempat itu.

“PENIPU LO!”

Teriak Bimo dari belakang ke arah punggung Raka yang ngejauh.

Beneran bosan hidup kayaknya nih orang.

Dengar teriakan itu, Raka lalu berhenti. Menoleh sebentar, ngeluarin senyum puas penuh arti, dan tetap memilih pergi dari sana. Udah cukup dia ngasih pelajaran ke orang yang paling dibencinya tersebut.

Udara saat itu emang lagi terik-teriknya. Suasana ibukota yang padat, serta suara klakson dan knalpot yang berisik, nambah-nambahin emosi Raka dijalan.

“WOY BANGSAT! BISA BAWA MOTOR GAK LO?!” Suara teriakan Raka menggelegar ke arah pengemudi motor yang tiba-tiba nyalip kendaraannya.

“PINGGIRIN MOTOR KREDIT TIGA TAHUN LO ITU!”. Entah maksudnya apa Raka bilang gitu, tapi suara kerasnya berhasil bikin pengemudi motor menuruti keinginananya.

Arogan, itu yang kelihatan dari sosok Raka. Kepalanya ngedongak angkuh dan busung dadanya kayak mau nunjukin ke dunia, kalau dia udah siap dengan pertarungan jalanan yang mungkin aja akan segera dimulai.

Lihat selengkapnya