SITS - Sial Ini Terlalu Sialan

Kein Mahardika
Chapter #5

Jadi Youtuber

Awan hitam menggantung di udara. Beberapa kali berhembus nerbangin dedaunan yang berserakan di halaman rumah. Hawanya sejuk. Kebetulan Raka emang suka banget sama hujan. Baginya hujan adalah penenang. Percikan air dan aroma tanah yang dihasilkan, kayak sebuah candu yang gak bisa dia tahan.

Raka ingin berterima kasih sama Tuhan. Karena berkat ide dari Tuhan, Raka dan keempat teman yang baru dikenalnya selama delapan bulan ini berhasil ngebangun sebuah chanel Youtube yang mereka namakan Sobat Nyungsep Channel.

Sebenarnya kalau udah ngumpul berlima kaya gini, muncul keinginan untuk bikin boyband ala Korea-Korea gitu. Tapi berhubung muka gak mendukung, alhasil keinginan itu ya cuma jadi keinginan doang. Ngeri kalo mau direalisasikan. Boyband gak berhasil, malah disangka geng motor nanti sama orang-orang. Kan ngeri.

Raka udah siap. Hari ini dia akan ngumpul sama teman-teman Youtubenya. Dia ngeraih kunci motor, ketika dari jauh kedengeran suara Azan menggema.

Pergi? Atau Solat dulu ya? Atau pergi dulu, nanti solat nya belakangan. Tapi kalo lagi pergi terus kecelakaan, mati dalam posisi belum solat pasti masuk neraka.

Trus kalo milih solat dulu eh tiba-tiba langsung mati juga, sedangkan status masih beban keluarga, gak kebayang orang rumah harus ngeluarin biaya pemakaman, besek buat pengajian, belum bayar tendanya pula.

Mati aja masih bikin susah ibu. Mati yang seperti ini apa iya bakalan masuk surga? Raka bingung sendiri.

Dalam kondisi iman yang tipis, Raka milih solat dulu. Mati dalam keadaan sujud kayaknya lebih baik. Dan emang bener sih, solat bikin pikiran tentram. Jadi nyesel juga selama ini gak akrab sama Tuhan. Tapi gak pernah ada kata terlambat untuk jadi pribadi yang lebih baik kan? Cieilah.

“Kita harus bisa nyaingin Baim Wong dan Raditya Dika. Trus bikin give away. Hadiahnya Umrah ke Mekkah”. Ucap Bimo yang sekarang namanya dia ganti jadi Bims. Keren didenger menurutnya.

“Ke Mekkah? Umrah ke pondok gede aja dulu. Kita aja Islam dari lahir tapi gak pernah liat Ka’bah secara langsung”. Ejek salah satu temannya.

“Iya-iya itu juga bisa. Yang penting ada hadiahnya deh”. Balas Bimo semangat.

Baru sampai di lokasi, Raka langsung bingung kenapa sampai segitunya reaksi teman-temannya. Mungkin ini pengalaman pertama mereka bisa terkenal meski hanya di satu kampung kali ya?

Terkenal? Iya. Selama delapan bulan susah payah ngebangun chanel ini sepertinya gak sia-sia. Rasanya peluang untuk hidup lebih baik di masa depan mulai terbuka lebar.

Gimana gak? Baru delapan bulan jalanin ini, followers udah diangka tujuh ribu tiga ratus orang. Bukan angka yang sedikit untuk waktu yang singkat bukan?

Dan yang paling penting dari semua ini adalah...

“CHANNEL INI SUDAH LOLOS MONETASI”

Keren gak tuh? Cuma delapan bulan. Kerja keras Raka dan teman-temannya kebayar dengan email yang dikirimkan Youtube kepada mereka.

“Selamat anda diterima untuk mengikuti program monetasi Youtube. Segera atur rekening pembayaran anda. Karena Youtube tidak mengirimkan pembayaran melalui kantor pos, alfamart, atau titip ke rekening tetangga”. Kurang lebih begitulah isinya.

“Oraitttt. Monetasi kan udah selesai. Tugas kita sekarang adalah bikin konten yang bisa narik viewer. Semakin banyak yang nonton semakin banyak pula uang yang masuk ke kantong kita”. Ucap Raka menggebu-gebu.

“Kita harus bikin konten yang segar nih”. Ucap Bimo sambil mikir keras nyari ide.

“Gimana kalau prank horor aja?”. Salah satu temannya memberikan ide.

“Ah udah basi itumah. Malem-malem jadi pocong, nakutin tukang nasi goreng. Pas tukang nya kabur, kita bawa lari gerobaknya kan? Dapat duit enggak malah masuk bui inimah”. Bimo jawab skeptik diiringi tawa semuanya.

“Lo udah DM semua Youtuber buat ngajak collabs?”. Tanya Raka sama Bimo.

“Udah”.

“Apa tanggapan mereka?”. Raka penasaran.

“Dari semuanya yang gue DM..”. Bimo menghentikan ucapannya. Dan Semua menunggu kelanjutan jawaban Bimo. Termasuk Raka

“Satupun gak ada yang gubris”. Bimo ketawa sejadi-jadinya.

“Capek deh. Yaiyalah gak ada yang gubris. Pake segala Rans lah di DM. Coba bayangin kalau Rans collabs sama Sobat Nyungsep”.

“Emang kenapa”. Tanya mereka serempak.

“Penghinaan lah buat Rans”. Semua langsung nundukin kepala.

“Emak lu suruh mandi lumpur mau gak kira-kira?” Tanya Bimo ke salah satu temannya disitu.

“Kok lo bangsat! Emak gue udah meninggal!” Jawabnya keras.

“Sorry-sorry. Gue lupa kalau lo anak yatim. Kalau emak lo aja gimana?” Tanya Bimo lagi ke temannya yang lain.

“Kenapa gak emak lo aja suruh?” Timpal temannya.

“Gue kan dulu diusir emak gue karena nyuruh dia mandi lumpur bego!” Bimo jawab gak kalah keras.

“Husss udah-udah. Gimana kalau kita bikin konten explore rumah angker? Semacam vlog pendek gitu. Banyak tuh peminatnya”. Raka menengahi semuanya.

Mereka diam sesaat dan berfikir.

“Kapan?”

“Langsung aja siang ini biar kita gak kehabisan konten”. Raka jawab santai.

“Explore rumah angker kok siang-siang”.

Lihat selengkapnya