SITS - Sial Ini Terlalu Sialan

Kein Mahardika
Chapter #6

Bau Busuk Yang Menyengat

“Wah udah gila! Untung aja si pemilik rumah mau berdamai. Jadi gak lama kita berada dikantor polisi. Apa kabar kalau sampai kita lama dipenjara terus gabung sama narapidana pembunuhan disitu?

Pas mereka tanya, kenapa lo masuk penjara? Gue mesti jawab apa? Nyelinap kerumah TNI? Bisa langsung disodomi kita”. Keluhan salah satu member Sobat Nyungsep ketika mereka lagi ngumpul setelah melewati masa-masa kelam.

“Kenapa mesti keluar kata sodomi? Pernah disodomi sapa lo? Haha yang penting kan sekarang kita udah gak kenapa-kenapa. Bisa fokus mikirin konten lagi kan?”. Bimo jawab santai.

“Tapi harusnya waktu dikantor polisi kita bikin konten ya?”. Lanjut Bimo lagi.

“Bikin konten? Napi pembunuhan kita suruh nge vlog gitu? Judulnya lima personil Sobat Nyungsep kena sodomi!”. Celetuk lawan bicaranya ketus. Semuanya cuma bisa ketawa dengar jawaban tersebut.

Dalam riangnya gelak tawa, mereka memiliki hari-hari yang sempurna. Sebuah Hari yang mereka lukis dengan sejarah singkat tentang apa-apa yang mereka lalui bersama-sama.

Ini bukan lagi tentang sebuah channel dan konten. Ini adalah persahabatan. Satu prosa yang konon didapat oleh kebersamaan. Sama-sama lapar. Sama-sama berjuang.

Tapi di lain posisi, segala yang siklusnya cepat seharusnya jadi peringatan terbaik. Raka tentu menyadarinya. Enggak, Ternyata Raka gak pernah menyadari itu.

Seharusnya hari ini udah menang. Lihat, ketenaran udah diambang pintu. Sobat Nyungsep menjelma jadi apa yang emang Raka dan semuanya harapkan.

Masing-masing dari mereka akhirnya jadi orang yang dikenal. Paling gak mulai dikenal dibeberapa tempat sebagai seorang Youtuber. Dari mulai satu RT, satu RW, satu kelurahan, satu kecamatan, dan hari ini mereka dikenal oleh satu provinsi. Sebuah kebanggaan sebenarnya.

Di Youtube, ya emang belum bisa berbangga diri sih. Apalagi sampai ngadain give away. Boro-boro give away ke Mekkah, bayarin orang ke asrama haji aja kayaknya belum sanggup. Karena memang di Adsence tertulis uang yang mereka kumpulkan baru sekitar delapan ratus lima puluh ribu. Kecil banget.

Namun kalau dari segi panggilan, beberapa undangan untuk ngisi acara, iklan, bintang tamu, udah mulai terealisasi dengan baik. Beberapa kali Sobat Nyungsep dapat endorse. Uangnya

langsung dibagi sama rata. Sekejap ya emang langsung abis. Tapi puas aja sama pencapaiannya.

Terlebih kalau bicara tentang teamwork, masalah dan clash itu pasti selalu ada. Manusia emang diciptakan dengan berbagai kepentingan pribadi.

Udah jauh-jauh hari sepakat untuk syuting konten ini, dengan bintang utama nya ini, ditempat ini, udah survey tempat juga, bikin alur cerita, nyiapin properti, eh pas hari H nya...

“Bentar gue sholat sunnah dulu ya”. Bimo izin sholat dan langsung ngeloyor pergi gitu aja.

Alasannya sholat. Hal yang gak bisa ditentang. Mau dilarang gak etis. Dibiarin aja agak aneh.

“Solat sunnah katanya? Lah solat wajib aja dia enggak!”

Lihat selengkapnya