SITS - Sial Ini Terlalu Sialan

Kein Mahardika
Chapter #36

Para Pemain

Selalu ada bahagia yang bisa disyukuri. Ada kalanya kita sedih, sediiiih banget. Mungkin saat itu bisa jadi saat-saat terberat dalam hidup kita. Kita sedang dicoba sedemikian rupa. Konon katanya, kalau lolos, setelah ini kita akan naik level. Jadi mending Sabar.

“Terbentur, terbentur, terbentur, lalu terbentuk.” Kan memang seleksi alam selalu begini. Jadi jangan khawatir.

Ghisa Shelita Fairichara. Wanita ini tersenyum melihat sebuah catatan yang dia temukan di internet. Gak tau caranya gimana, tapi sekarang dia menjelma sebagai salah seorang pramugari Garuda Indonesia. Padahal kan dia lulusan ilmu dokter ahli bedah syaraf. Entah kenapa bisa-bisanya banting setir jadi pramugari.

Dia masih jomblo. Katanya salah satu sudut hatinya dia kunci cuma untuk Raka. Dan sekarang kuncinya gak tau ada dimana. Lupa taruh katanya.

Kerjanya sekarang, tekanan pasti lebih besar. Karena notabene ya jabatan Ghisa sebagai pramugari lebih berat dari jabatan dokter ahli bedah saraf.

Gimana enggak, Kalau dokter bedah syaraf paling Cuma menangani dua sampai tiga pasien khusus. Nah disini, Ghisa dituntut harus bisa nanganin seratus empat puluh orang sekaligus. Di atas langit pula. Ngeri-ngeri sedap kan?

Tapi disini menyenangkan. Beban sebesar itu jadi ringan. Kerjanya ketawa-ketawa. Bercanda sama temen yang lain. Dan gajinya itu lho luar biasa. Ghisa bisa mewujudkan apa-apa yang memang diinginin Raka jaman dulu.

Ghisa sekarang menempati apartemen Raka. Disitu dia ngerasa selalu deket sama Raka. Entah apa hubungannya, Setiap mandi dia ngerasa ada yang ikutan mandi. Jadi berasa mandi berdua Raka. Meskipun sebenernya Ghisa sendirian. Tapi Selamanya dia akan terus bersama Raka.

Maisaroh Anabel Supriyanti. Ini mamanya Ghisa. Selama ini Raka gak tau nama panjang mamanya Ghisa tersebut. Ghisa sempat tanya sama mamanya kenapa ditengahnya mesti ada nama anabel. Itu kan boneka santet. Mamanya cuma bisa ketawa kalau mendengar Anak perempuan kesayangannya ini bertanya hal itu.

Sekarang mamanya Ghisa sudah menjelma menjadi bos perusahaan perbankan terbesar di jakarta. Dia menang tender. Dan presenstasinya yang luar biasa memukau berhasil membuatnya berada di puncak karirnya.

Lihat selengkapnya