“Metha!!”
Metha pun tersadar dari lamunannya. Sejak tadi Elaina memanggil namanya, namun Metha tidak segera sadar.
“Sekarang kamu yang ketularan melamun.” Elaina menyeringai.
“Ini semua salahmu!” ketus Metha.
“Eh, kenapa jadi salahku?”
“Itu karena kamu yang menularkan virus lamunan padaku!”
Enak saja, Elaina tidak terima, dia lantas menarik pipi Metha sejauh-jauhnya. Itu karena dia marah tiba-tiba. Namun, Elaina pun menghelakan napas.
“Jadi ada apa?” tanya Metha yang masih memegang pipinya yang kesakitan.
“Justru aku yang harusnya bertanya padamu, Met, tidak seperti biasanya kamu melamun.”
Metha menghelakan napas. Sejak tadi dia melamun tentang masa lalunya lebih tepatnya saat SMP.
“Mungkin nannti sore akan aku ceritakan.” Metha
“Apa maksudmu?” Elaina memiringkan kepala, tidak paham dengan maksud Metha.
“Sudah tunggu saja!” pinta Metha.
Tidak ada pilihan lain lagi. Bel pertanda masuk sekolah telah berbunyi. Sang guru pun mulai memasuki ruangan kelas mereka. Setelah ini mereka akan belajar tentang matematika.
***
Sore telah tiba. Siswa-siswa di kelas itu merapihkan buku-buku, lalu dimasukan ke dalam tas. Ada juga yang meninggalkannya di laci meja. Metha yang sejak tadi sudah beres-beres langsung bangkit dari bangku. Begitu juga dengan Elaina.
Mereka melangkah sejajar, di lorong sekolah.
“Jadi, apa yang sebenarnya ingin kamu ceritakan?” tanya Elaina.
“Sudahlah, ikuti saja aku!”
Tanpa disuruh, Elaina sudah sejak tadi mengikuti Metha. Sebenarnya, Metha ingin ke kantin, membeli beberapa cemilan. Untungnya beberapa kios masih buka di kantin. Elaina tidak lapar, jadi dia langsung mengambil tempat duduk. Suasana kantin di sore hari tampak beda dari saat istirahat makan siang. Lengang. Hanya beberapa siswa lain yang datang ke kantin. Beberapa ada yang menetap dan ada yang pergi meninggalkan kantin.
Elaina mengambil ponsel dari saku, menyalakannya. Beberapa notif masuk ke dalam ponsel, tidak lain notif dari Ali. Seperti biasa, mereka membahas tentang ilustrasi untuk kover novel yang akan diikut lombakan tahun depan. Masih lama, tetapi Ali sudah menyiapkannya.