Ali melihat notifikasi di email yang merujuk pada karyanya. Walau kemarin Ali kalah, tapi Email yang satu ini tidak membahas tentang kompetisi. Ada yang aneh. Isi email itu merupakan pertemuan dari pihak yang bernama Tuan Robert. Konon dia akan ke Surabaya untuk menghadiri seminar, hanya saja kalau boleh, Tuan Robert ingin bertemu dengan Ali dan juga partnernya, Elaina.
Memenuhi permintaan itu, Ali dan Elaina mengiyakan pertemuan itu, walau sedikit curiga. Apa hal ini ada kaitannya dengan perlombaan kemarin? Tidak ada salahnya juga bertemu mungkin boleh jadi hal lainnya yang dibahas.
Sesuai perjanjian di email mereka berada di titik pertemuan, restoran keluarga. Tidak menyangka, Ali dan Elaina saat hendak bertemu dengan Tuan Robert.
Memasuki restoran itu, seperti sebuah kesalahan. Mana mungkin seorang siswa sanggup membayar makanan di restoran yang mahal ini. Ada-ada saja sudah.
Ali bertanya pada kasir tentang pertemuannya dengan Tuan Robert, salah seorang pelayan, mengantar Ali dan Elaina ke tuan Robert.
“Tidak kusangka kalian masih muda rupanya.” Tuan Robert duduk menghadap Ali Elaina. Wajahnya masih segar, berumur 28 tahun mungkin, mengenakan kemeja.
“Selamat sore Tuan Robert, saya Ali dan di sampingku, Elaina ilustrator sampul novel.”
“Silahkan duduk dan pesan yang kalian mau.”
Ali melirik Elaina kebingungan, ada apa sebenarnya? Elaina hanya mengangkat kedua bahu.
“Soal Perlombaan kemarin.” Tuan Robert mulai membahasnya tanpa basa-basi. “Aku sudah melihat hasilnya, kamu memang kalah saat perlombaan itu. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat. Namun, ceritamu yang berjudul Sketch Within Words itu menarik perhatianku. Aku memberinya nilai 9 tapi juri lain tidak sependapat dengan alasan yang logis, tema yang kamu bawa itu pasaran, meraih impian bukan?”
Ali mengangguk mendengar itu.
“Karena tema itu akhirnya dirimu tidak menang. Maka dari itu aku menawarkan sesuatu padamu.”
Ali antusias mendengar. “Menawarkan apa?”
“Novel dalam kompetisi kemarin, akan diterbitkan di perusahaan penerbitanku. Penerbitan mayor, sudah banyak dikenal. Aku menawarkan atas dasar konsep yang kamu bawa sangat menarik, jarang sekali seorang pengarang membahas dirinya sendiri apalagi ditambah seorang ilustrator itu konsep yang langka.”