Sketsa Rana

Oleh: Mukti

Blurb

Baginya, kata-kata terlalu sulit untuk diucapkan, dan cinta adalah sebuah permainan yang membuatnya selalu hancur.

Dibalik pensil 2B berwarna kuning dan buku sketsanya, ia menggambarkan apa yang paling ia sembunyikan: rasa cemas, kesepian, dan trauma penolakan di masa SMP yang meninggalkannya dengan philophobia, takut untuk kembali jatuh cinta.

Memasuki SMA, Rana hanya ingin menjadi "tidak terlihat". Hanya saja, keahliannya menggambar suasana hati dan kepintarannya justru menarik perhatian banyak orang. Sayangnya, tidak semua uluran tangan datang dengan ketulusan. Ketika kebaikan dimanfaatkan dan bayangan masa lalu kembali memicu ketakutannya, ia mengunci rapat pintu hatinya dari siapa pun.

Di tengah kesunyian itu, suara melodi lembut hadir tanpa meminta apa-apa. Ia datang bukan untuk meminta atau memaksanya menyerahkan perasaan, melainkan menawarkan sebuah ruang aman, sebuah tempat berteduh hingga lukanya pulih.

Di antara lembaran sketsa yang perlahan kembali berwarna dan alunan nada penyembuh yang menenangkan ketakutannya, mampukah Rana berani untuk meruntuhkan tembok pertahanannya? Ataukah bayang-bayang masa lalu akan selalu lebih nyaring daripada harapan untuk mencintai sekali lagi?

Sebuah kisah tentang cara berdamai dengan trauma, ketegasan dalam menetapkan batas diri, dan keberanian untuk belajar percaya kembali.

Lihat selengkapnya