Sketsa Rana

Mukti
Chapter #1

Harapan Baru?

Suara jingle dari sekolah SMA 2 Permata berbunyi

“Mohon para siswa kelas 10, diharapkan membaca papan pengumuman terlebih dahulu untuk mengetahui kelasnya. Terimakasih!”

Udara pagi masih sejuk, meskipun halaman depan sekolah mulai terasa hangat. Siswa-siswi berseragam abu-abu mulai menghuni lingkungan halaman depan sekolah. Banyak siswa-siswi baru yang masih terlihat kaku mengenakan pakaian tersebut. Beberapa siswa-siswi mengobrol di depan sambil menunggu suara jingle berbunyi. Adapun yang bercanda mengisi tawa di lingkungan tersebut. Sapaan dan suara langkah kaki mulai riuh layaknya khas bagi siswa-siswi ajaran baru.

"Bestie, kita sekelas lagi!"

"Iya, sebangku lagi yuk!"

Kedua siswi itu terlihat bahagia dan berjalan bersama.

"Bro, kita sekelas lagi nih! Mantap dah!"

"Haduh, bosen aku sama lu terus…"

Siswa berbadan besar terlihat senang melihat temannya yang berbadan kecil, yang terlihat leha-leha, dapat sekelas lagi.

Suasana papan pengumuman mulai dikerumuni banyak siswa baru yang menyelesaikan MOS-nya. Ratusan murid saling berdesakan, memicingkan matanya demi mencari nama mereka di deretan kertas putih itu. Beberapa siswa merasa senang ketika mereka kembali bersekolah, adapun yang ketakutan harus berhadapan dengan orang itu lagi.

Siswa berpakaian baju putih abu-abu dengan jaket biru dongker yang terbuka, berposisi di belakang dan tidak mengikuti kerumunan. Ia menunggu ketika kerumunan mulai menurun. Tingginya hanya 162 cm; tidak ada keuntungan dalam situasi ini. Sambil menunggu dengan refleksnya, ia mulai mensketsa kerumunan secara spontan.

Tak sadar kerumunan mulai sedikit terurai, ia menghentikan kegiatannya dan mendekati papan tersebut. Matanya menyusuri seluruh kolom demi kolom hingga menemukan namanya di kolom Kelas X-IPA 2.

Lihat selengkapnya