SOETIENA

dhania_r
Chapter #1

P R O L O G

Jakarta 1998.


Udara terasa berat, seolah ikut menanggung beban krisis yang melanda negeri ini. Di desa, semuanya tampak kering dan kerontang, sama seperti harapan orang tuaku yang semakin menipis. Kelulusan sekolah tingkat pertama seharusnya menjadi saat yang membanggakan, tapi di mataku, itu hanyalah penanda bahwa aku harus segera memikul beban ekonomi keluarga.


"Ikut aku ke Jakarta, Soetiena. Kerjanya enak, jadi pembantu di rumah orang kaya. Gajinya cukup buat kirim orang tuamu makan sebulan," bujuk Bu Poerwanti saat itu.


Aku, gadis belia yang naif dan baru saja menginjakkan kaki keluar dari pelataran rumah, mempercayainya begitu saja. Aku membayangkan Jakarta sebagai kota penuh lampu yang bisa mengubah nasibku dan keluarga. Aku tidak tahu bahwa keputusan itu adalah awal dari jeratan yang tak akan pernah bisa kubayangkan dalam mimpi terburukku.


Perjalanan panjang menuju Jakarta terasa sangat melelahkan, tapi rasa antusiasme mengalahkan rasa kantukku. Aku memandang keluar jendela bus, membayangkan wajah ibuku yang akan tersenyum saat menerima kiriman uang pertamaku nanti. Aku tidak tahu, saat itu, bahwa aku sedang dibawa menuju sesuatu yang jauh lebih gelap daripada kemiskinan yang kutinggalkan.


Sesampainya di sebuah rumah besar yang terkesan angker di pinggiran Jakarta, senyum Bu Poerwanti perlahan memudar. Ia tidak membawaku ke dapur atau memperkenalkan majikan yang akan mempekerjakanku sebagai pembantu rumah tangga. Sebaliknya, ia membawaku ke ruangan yang pengap dan gelap.


"Tunggu di sini," perintahnya dingin.


Lihat selengkapnya