Blurb
Bagi Mayas, masa lalu seharusnya tetap tinggal di belakang. Namun, statusnya sebagai mahasiswa sekaligus penyiar radio kampus justru membawa kejutan tak terduga. Sebuah sesi wawancara mempertemukannya kembali dengan sang narasumber—yang ternyata adalah cinta pertamanya saat SMA.
Tuntutan pekerjaan memaksa ruang dengar mereka kembali berdekatan. Di antara frekuensi suara dan obrolan profesional, rasa yang lama terkubur perlahan mencuat ke permukaan. Mungkinkah cinta monyet masa remaja itu kini bisa tumbuh menjadi romansa yang nyata?
~
Kisah ini aku dedikasikan untuk seseorang yang sempat terukir dalam hati, sekaligus sebuah nostalgia masa remaja.