SORE TERAKHIR

Rayasa Kherta
Chapter #10

PEGAWAI BAKSO

Putu sudah menjadi guru honorer. Dendi Sudah menjadi seorang barista. Ngurah juga sudah bekerja di bank. Putu diharuskan mencerdaskan anak bangsa. Ngurah diharuskan memberikan rasa kopi yang khas untuk penikmatnya. Sedangkan Ngurah harus menjalin relasi dengan banyak orang untuk dijadikan nasabahnya.

Kantornya megah, orang-orangnya berpendidikan. Bekerja di bank harus serius karena pencapaian yang paling terpenting. Mereka membutuhkan karyawan yang totalitasnya tanpa batas. Bisnis kantor harus mendarah daging dalam jiwa pegawainya.

           Rutinitas baru ini penuh dengan tantangan. Segala macam pengalaman didapatnya. Bertemu dengan orang-orang penting hampir setiap hari. Banyak dari mereka adalah kalangan menengah ke atas. Ngurah memang mencari orang-orang seperti itu, tujuanya tidak lain untuk mengajaknya menjadi nasabah di bank tempatnya bekerja.

           Strategi marketingnya tidak bisa diragukan. Ia bisa membuka pembicaraan dengan baik dan tidak membosankan sehingga calon nasabah merasa lebih dekat dengan sosok Ngurah. Awal bekerja ia mendapatkan pencapaian yang bagus. Nilai-nilai di akhir bulan dibabat habis oleh Ngurah.

           Tantangan dalam setiap pekerjaan selalu ada. Pencapaian bulan ini belum tentu akan bagus di bulan berikutnya. Bulan ini saja sudah tanggal 25 tetapi angka-angka yang ia peroleh masih tergolong U alias Under, dibawah rata-rata. Ibarat siswa ulangan harian ia menadapatkan nilai 20. Harus diremidi! Tetapi di bank tidak mengenal remidi seperti di sekolah. Remidi di bank sama dengan tidak mendapatkan bonus. Berarti penghasilan dalam sebulan berkurang drastis.

Tugas Ngurah dalam pekerjaannya adalah mencari nasabah sebanyak-banyaknya. Intinya begitu! Semakin banyak nasabah, semakin banyak uang yang ia dapat. Kemudian, kemungkinan untuk diangkat menjadi karyawan tetap sangat terbuka. Pekerjaan ini sama konsepnya seperti berjualan bakso kadang ramai kadang sepi. Pak bos bilang, “anak-anak marketing berjualan seperti dagang bakso saja, dimana ada keramaian kalian nimbrung disana lalu tawarkan produk kita.”Kata-kata itu yang membuka logika Ngurah bahwa kerja di bank juga sama dengan penjual bakso. Sama-sama mencari keramaian untuk menjual dagangannya.

Setiap hari bagi Ngurah adalah ketidak pastian. Karena ia bingung harus mencari nasabah kemana. Cara lain baginya untuk bertemu dengan orang-orang penting itu adalah dengan mengunjungi kantornya langsung. Masuk ke kantor lalu mendatangi resepsionis untuk meminta izin bertemu dengan pimpinannya. Cara itu kadang berhasil kadang tidak. Jika berhasil maka selanjutnya ia akan presentasi dihadapan bosnya langsung.

Tidak boleh membosankan! Dalam 5 detik pertama saja jika kesan itu tidak baik maka obrolan berjalan tidak baik-baik saja. Bisa saja calon nasabah hanya meng-ia kan saja. Padahal dalam hatinya ia tidak tertarik menjadi nasabahnya. Ngurah harus menimbulkan kesan pertama yang baik dan sopan.

Tetapi ketika itu ia berhasil meyakinkan calon nasabah. Hanya 10 menit saja, kata sepakat telah ia dapatkan. Seorang General Manager di hotel mau menjadi nasabahnya. Kemudian hubungan bisnis itu harus terus berlanjut. Ngurah harus menjalin komunikasi dan melayani segala sesuatunya terkait administrasi pengajuannya.

Lihat selengkapnya