SORE TERAKHIR

Rayasa Kherta
Chapter #12

CEMAS

Sore itu sepulang bekerja langit masih mendung. Takutnya hujan turun dan membasahinya, terutaman jalanan yang menjadi licin. Tentu mereka takut terjadi apa-apa di jalan. Cemas itu wajar! Apalagi perempuan yang mencintai lelakinya. Ia harus dikasi tahu agar hati-hati dijalan. Begitu juga lelaki harus mengingatkan perempuannya.

“Sok, kau dimana?” tanya Lestari

           “Aku baru saja sampai rumah” balas Soka

           “Kau kehujanan?” tanya Lestari

           “Enggak, kau kehujanan?” balas Soka

           “Enggak. Tadi aku buru-buru langsung pulang” balas Lestari

           “Kok buru-buru? Apa jalanan tidak licin?” tanya Soka

           “Kan belum hujan tadi” balas Lestari

           “Apa harus nunggu hujan biar kamu hati-hati dijalan?” balas Soka

           “Kau cemas?” tanya Lestari

           “Harus cemaskan? Kejadian kemarin sore banyak pengendara tegelincir. Jalannya basah” balas Soka

           “Kau mau kubawakan masakan?” tanya Lestari

           “Boleh, kalau misalnya kangen” balas Soka

           “Ya sudah kau tunggu di rumah” balas Lestari

           “Berarti kau kangen?” tanya Soka

           “Menurutmu?” balas Lestari

           “Harusnya ya” kata Soka

           Setelah obrolannya via WA itu, Lestari datang sejam kemudian. Ia bertamu untuk kali ketiga ke rumah Soka. Ditemuinya bapaknya Soka dihalaman rumah.

           “Sore pak” kata Lestari

           “Eh, calon menantu datang. Mari-mari. Si Soka ada di kamar. Baru pulang kerja dia” kata Bapak

           “Ya pak, ini saya bawakan makanan buat bapak dan Soka” kata Lestari

           “Wah, makanan apa ini? pasti enak. Kau masak sendiri kan Les?” tanya Bapak

           “Ya pak, tadi saya masak di rumah” kata Lestari

           “Begitu dong, perempuan harus pintar memasak. Bapak saja jago memasak. Kau harus lebih jago dari bapak” kata Bapak

           “Ini masih belajar masak pak” kata Lestari

           “Ya sudah, ini pasti enak. Kau langsung temui pacarmu itu. Sepertinya dia sudah kelaparan” kata Bapak

           Lestari yang memang sudah akrab dengan bapak nampak tidak segan lagi ke rumah Soka. Bapak sudah dianggapnya seperti bapaknya sendiri. Ia masuk ke ruang tamu dan Soka sudah menunggunya sambil menonton tv.

           “Bapak bilang apa?” tanya Soka

           “Biasa, perempuan harus bisa masak” jawab Lestari

           “Mungkin karena bapak merasa bisa masak, makannya kau harus bisa masak. Apa kau keberatan?” tanya Soka

Lihat selengkapnya