SORE TERAKHIR

Rayasa Kherta
Chapter #13

MAKAN MALAM

Malam ini tentang Dendi dan Dina. Mereka telah bersepakat bertemu. Bukan untuk membahas tentang kopi tetapi basa-basi saja. Dendi bilang pada Dina pertemuan ini hanya untuk makan-makan saja. Dina sudah meng-iakan tepat jam 08.00 di tempat makan dekat taman kota mereka harus sudah bertemu. Basa-basi macam apa yang terjadi bila mereka gugup dalam bertemu nanti yang pasti hari ini sangat spesial. Setiap orang juga tahu bahwa valentine adalah budaya orang barat yang diikut-ikuti oleh orang timur. Tidak apa-apa ini kesempatan untuk Dendi agar Dina mencintainya. Tapi ia belum berencana mengatakan cinta padanya. Bukan hari ini tapi nanti sajamalamini untuk pendekatan saja dulu.

           Dina datang sendiri, berpakaian ala wanita kota dengan baju yang sedikit feminim. Wajahnya sudah dihias sebagaimana wanita pada umumnya. Itu membuat Dendi semakin gugup saja, mereka duduk berdua saling berhadap-hadapan.

           “Tadi hujan?” tanya Dendi

           “Apa aku basah?” jawab Dina

           “Belum” jawab Dendi

           “Kenapa harus di hari valentine?” tanya Dina

           “Apanya?” jawab Dendi

           “Kita bertemu” jawab Dina

           “Hem, kebetulan saja Aku free hari ini” kata Dendi

           “Oh begitu” kata Dina

           “Kenapa tumben tampil beda?” kata Dendi

           “Maksudnya?” tanya Dina

           “Berdandan dan baju yang feminim” kata Dendi

           “Oh ini, biasa saja di kota ini apa cuma Aku yang berdandan?” kata Dina

           “Aku belum pernah melihatmu begini sebelumnya” kata Dendi

           “Aku wajib lapor padamu?” kata Dina

           “Ya wajiblah, harus lapor!” kata Dendi

           “Kenapa?” tanya Dina

           “Ya gak kenapa. Emang kenapa?” jawab Dendi

           “Ah, kau aneh Den, sudah jangan becanda terus” kata Dina

           “Haha, slow Din kayak di pantai. Gimana kemarin?” tanya Dendi

           “Apa lagi?” jawab Dina

           “Tidurmu” kata Dendi

           “Loh, emang kenapa?” tanya Dina

           “Sempat mimpi gak?” kata Dendi

           “Ya mimpi buruk terus hari ini bertemu denganmu” kata Dina

           “Bentar-bentar! mimpi buruk kemarin terus ketemu Aku sekarang, maksudnya?” tanya Dendi

           “Hehe, gak ada maksud apa-apa Den. Kau ini serius banget. Slow saja kayak di pantai” kata Dina

           “Oh begitu, Aku jadi mimpi kemarin” kata Dendi

           “Aku gak nanya Den” kata Dina

           “Perempuan sukanya menang sendiri nih selalu saja begitu” kata Dendi

           “Sabar ya Den” kata Dina

Obrolan itu terus saja mengalir. Mereka asik bercanda. Dendi harus sedikit bersabar karena ia harus mengalah beberapa kali. Terlihat konyol tidak apa-apa yang penting Dina tertawa. Menjadi laki-laki tidak harus selalu tegas dan berkomitmen. Disisi lain perempuan menginginkan agar lelaki menjadi menyenangkan dan menjadi teman yang asik buatnya. Dina juga ingin lelaki yang begitu untungnya Dendi peka, ia tahu harus menjadi apa dan bagaimana ketika obrolannya santai.

Ketika itu Dina sebenarnya ingin menikmati cappuccino saja. Tetapi Dendi tidak mengizinkan, ia menyuruhnya untuk makan saja. Awalnya Dina tidak mau karena dibujuk akhirnya ia mau. Mereka duduk berdua menikmati makan malam diantara lilin yang apinya sedikit goyang ditiup angin. Ingin romantis tetapi tidak berani, Dina menikmati makanan itu sedangkan Dendi gelisah. Ia bingung setelah ini mau berbicara apa hingga akhirnya suasana sedikit agak membosankan. Dina mengajaknya untuk pulang katanya ia bekerja pagi besok, sebagai wanita karier rutinitasnya padat.

Sesampainya di kost Dendi merasa menyia-nyiakan kesempatan tadi. Sial! Harusnya tadi obrolannya konyol saja, tidak apa-apa Dendi dikata-katain yang penting suasana cair lagi. Ia sudah nanti ketemu saja lagi.Hp berdering dikira Dina menelepon, malah itu telpon dari Soka. Dia bilang mau ke kost belum sempat dijawab ia sudah datang bersama Lestari, pujaan hatinya.

“Ngapain kesini?” tanya Dendi

Lihat selengkapnya