SORE TERAKHIR

Rayasa Kherta
Chapter #18

RAMBU COFFE

Sejak Rambu Coffe hadir Dendi merasa lebih giat bekerja. Lebih dari itu ia merasa nyaman denga caranya meracik kopi tidak seperti ditempat kerja sebelumnya racikan kopinya itu-itu saja. Setidaknya Dendi dan Soka belajar mencari rezeki dengan tidak membosankan. Beberapa pengunjung yang datang diperkenalkannya tentang perpustakaan mini dipojok. Silakan membaca buku-buku yang sudah disediakan dan diam berlama-lama juga tidak apa-apa.

           Kebanyakan yang datang memang dari kalangan mahasiswa biasanya mereka datang berempat atau bertiga. Membawa laptop dan mengerjakan tugas bersama adalah kegiatan mereka wifi memang disediakan free.Dendi selalu membagikan semacam kartu member kepada pengunjung. Setiap berbelanja di kedai akan di cap jika sudah sebanyak sepuluh kali maka pelanggan dapat memilih kopi apapun yang mereka sukai secara gratis.Ide-ide semacam itu memang untuk promosi di kedai.

           Sore menjelang malam memang paling ramai ada yang datang dengan pasanganya ada yang datang bersama teman-temannya dan ada juga yang datang untuk urusan kantor. Seperti Bagus, ia sengaja datang ke kedai untuk menyelasaikan beberapa tugas kantor yang harus disetorkan besok. Katanya lebih nyaman mengerjakan di kedai suasananya nyaman dan ada live musiknya juga.

           Alat-alat musik memang sudah siap dipanggung. Siapapun yang ingin bernyanyi tinggal bilang saja ke Dendi atau Soka untuk dinyalakan soundnya. Malam ini ada seorang pengunjung yang ingin bernyanyi namanya Hendra, ia mahasiswa semester 6 jurusan ekonomi. Ia datang bersama lima orang temannya. Salah seorang temannya ada yang ulang tahun namanya Bella. Ia ingin menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.

           Panggung sudah siap Hendra mengambil gitar dan mulai bernyanyi untuk Bella. Sementara temannya yang lain ikut bernyanyi dari meja itu. Bella bahagia ulang tahunnya dirakayaka oleh teman-temannya. Hendra menyuruh Bella untuk ke panggung agar menyampaikan sepatah dua patah kata dihari bahagianya ini. Bella pun mengikuti kemauan temannya ituBella nampak malu-malu, ia menjadi pusat perhatian di kedai malam ini.

           “Selamat malam semuanya mohon maaf mengganggu waktu temen-temen yang ada di kedai ini” kata Bella

           “Gpp Bell hari ini punya kamu” kata temannya

           “Terima kasih Hendra sudah menyanyikan lagu buat aku. Setidaknya ulang tahu yang sekarang lebih meriah dari sebelumnya” kata Bella

           “Pacar gak dateng nih?” tanya Hendra

           “Gak, kan gak punya” kata Bella

           “Wow” Ttriak laki-laki di kedai

           “Sudah berapa lama jomblo?” tanya salah satu pengunjung

           “Satu tahun mas, hehe” kata Bella

           “Ya sudah kau nikmati malamini dengan kita dan jangan lupa ditraktir.” kata Hendra

           “Bayar sendiri ya, hehehe. Intinya terima kasih semua juga buat Rambu Coffe, panggung ini aku pinjem buat ultahku” kata Bella

           Semuanya larut dalam ulang tahun Bella. Sementara Hendra tetap bernyanyi dengan lagu-lagu pilihannya. Pengunjung yang lain juga enjoy dengan hal itu. Tidak tahu kenapa, apa karena Bella cantik atau karena Bella ulang tahun. Yang pasti kedai nampak ramai dan menyenangkan.

Beberapa pengunjung juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bella. Bella merasa dihargai oleh pengunjung yang lainnya. Tidak harus kenal untuk mengucapkan ulang tahun tapi setelah Bella bilang ia tidak punya pacar, laki-laki itu ingin berkenalan dengannya.

           Tidak terasa puluhan gelas kopi telah dipesan pengunjung malam ini. Berkah dan rezeki selalu datang tepat waktu. Dendi sangat bersemangat melayani pesanan kopi demi kopi itu Soka juga sangat totalitas. Beberapa kali Lestari (pacarnya) menelpon tapi tidak ia hiraukan. Urusan pribadi nanti saja kalau sudah semuanya beres. Nanti Soka yang akan menelpon Lestari, katanya.

           Malam ini kopinya banyak dipesan syukur sekali bisa menikmati anugrah ini. Terlebih lagi bekerja dengan bakatnya dan dikelilingi orang-orang yang sejiwa dengannya. Walaupun capek mempersiapkan segala sesuatunya dari pagi hingga malam tapi senang melihat pengunjung yang datang senyaman itu.

 Ida dan Lina juga melayani dengan baik ia berkompeten dan totalitas dengan tanggung jawabnya. Mereka seperti sepasang sepatu yang ketika satunya berjalan yang satunya lagi mengikuti. Sigapnya mereka menjadi semangat kedai ini melayani.

Close order di malam ini Dendi, Soka, Ida dan Lina duduk melingkar dan menghela napas sembari minum kopi. Letih sudah pasti tapi yang terjadi mereka menikmati begitu saja. Soka bercanda sesekali memuji kekompakan Ida dan Lina. Dendi menanyakan perihal di kedai hari ini.

“Gimana serukan hari ini?” tanya Dendi

“Lumayan mengasikkan” jawab Soka

“Kalian gimana, betah gak kerja disini?” tanya Dendi kepada Ida dan Lina

“Betah sih, kalau gaji bulan depan dinaikkan” jawab Ida

“Yap, setuju!” kata Lina

“Eit, bentar dulu tunggu kalau Rambu Coffe sudah buka cabang” kata Soka

“Buka cabang dimana Sok? Kok aku gak tahu” tanya Dendi

“Kita buka di Yogyakarta” kata Soka

“Widih tinggi juga hayalanmu” kata Dendi

“Dimana aja yang penting gaji kita naik” kata Ida

Lihat selengkapnya