𝑺𝒐𝒖𝒍 𝑩𝒐𝒏𝒅 π‘«π’“π’Šπ’—π’†

Oreorismwrites1
Chapter #4

Chapter 4 : Uninvited Guest

Author's Note:

Hi teman-teman, aku telah kembali dengan bab baruπŸ˜† Maaf ya, aku ganti warna bodinya Vulgard karena kurang research. πŸ₯²πŸ“–

Selamat membacaπŸ‘‹


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Memasuki area perumahan yang padat, beberapa mobil tampak terparkir di bahu jalan dan di depan rumah masing-masing. Terik menembus kaca depan Vulgard. Aera meraih sun visor kemudian menurunkannya.


Dahi dan ujung hidung Aera berkilau basah, memantulkan terik matahari yang menembus kaca depan. "Ya, Allah. Meni panas," gumamnya lalu mengelus hidung yang berkeringat, dengan punggung tangannya.


Aera menyandarkan punggung dan kepala di kursi pengemudi dengan nyaman sembari menyilangkan tangan di depan dada. Tidak jauh di samping kiri, sebuah hunian sederhana dengan kombinasi cat dinding putih dan pilar krem berdiri kontras di antara deretan bangunan lain.


Telunjuk Aera teracung lurus ke samping kanan. "Gard, itu rumah aku, yang dindingnya putih dan ada kremnya."


Vulgard berbelok pelan dan berhenti mulus tepat di depan pagar rumah. Setelah itu, Aera membuka pintu kemudi dan melangkah keluar lalu meraih daun pintu hingga tertutup pelan.

Thud


Aera berjalan melewati depan bumper Vulgard. Ia membuka gerbang cokelat dengan bunyi sret, lalu menutupnya kembali tanpa mengalihkan pandangan ia terus berjalan.


"Assalamu'alaikum, mah?" seru Aera meraih gagang pintu silver. Tangan kanannya terulur meraih gagang pintu. Tali ranselnya merosot dan menekan tulang selangka.


Ia mendorong daun pintu. Seketika, kepulan uap hangat beraroma kaldu ayam, bawang putih goreng, dan seledri langsung menyambutnya. Di dekat kompor, Aurora mengenakan baju daster hitam dengan motif bunga putih dan tali pita dipinggangnya. Ia menoleh sambil memegang sendok sayur.


"Eh, Teteh, udah pulang." matanya mengerjap pelan sebelum senyum lega terbit di bibirnya.


"Mah, masak apa?" tanya Aera menurunkan tas ke lantai. Matanya melirik panci yang mengepul.


"Sop ayam, nanti Teteh ambil sendiri ya, kalau mau." jawab Aurora melirik Aera sekilas lalu mengaduk sop kembali.


"Mah, nanti ke kolam?" tanya Aera setelah menurunkan tas, langsung melepas kerudung cokelatnya ke hanger merah yang berdiri di sebelah pintu.


Lihat selengkapnya