Soulmate; I Will follow you into the dark

Selpimei
Chapter #1

Prolog

Ella membekap mulutnya erat dengan telapak tangan, sebisa mungkin ia tak mengeluarkan suara sekecil apapun. Punggungnya bersender pada batang pohon yang kokoh, menempel dengan sangat menekan seolah pohon itu menjadi tempat teraman baginya dari sosok mengerikan. Ia gigit bibir bawahnya kuat-kuat demi menahan isak tangis, ia tak boleh kalah, tak boleh lemah. Sudah sejauh ini mereka berjuang; Ella, Louis dan Victoria mengarungi lembah misterius yang konon jadi tempat persembunyian para naga. Makhluk mitologi yang bahkan baru-baru ini Ella dengar keberadaannya. Ruang lingkupnya hanya sebatas hutan, pasar dan rumah. Gadis itu hanya akan fokus mencari keping koin demi sesuap makanan, tidak terlalu peduli pada hal-hal semacam ini. Namun, kehadiran Victoria--teman baru Ella dan Loius mengubah hidup keduanya. Persoalan rumit yang dialami Victoria membawa Ella dan Louis pada petualangan yang selama ini ibu mereka kekang. Juga keberadaan makhluk mitologi yang nyata keberadaannya.

Louis Gavin Hugo adalah teman terbaik Ella sejak kecil, mereka menyebutnya soulmate. Tumbuh besar di atap yang sama membuat keduanya terikat emosional dan batin yang begitu kuat layaknya saudara kandung. Kedua orang tua Louis meninggal ketika bocah laki-laki itu berusia 6 tahun, ibu Ella -- Methilda Jasmine mengasuh Louis layaknya putra perempuan itu sendiri.

Louis merupakan kelemahan sekaligus kekuatan bagi Ella. Menyaksikan teman laki-lakinya di ambang kematian membuat nyali Ella menciut, keringat dingin bercucuran di pelipis. Ingin sekali gadis itu berlari ke arah Louis yang tergeletak tak berdaya di hadapan Sang Naga yang berdiri dengan gagahnya. Ella tahu ini hanya jebakan agar ia keluar dari tempat persembunyiannya dan menyerahkan diri. Sebab sedari awal ia lah targetnya.

"Keluarlah Arabella!" seru Sang Naga dengan suara menggelegar.

Tanpa sembuaran api saja suara sang Naga mampu menggetarkan pohon-pohon di sekitar. Hawa panas menyeruak seiring sang Naga membuka mulut.

"Kau telah dijanjikan sebagai persembahan, maka terimalah takdirmu gadis manis," lirih Sang Naga diakhiri tawa penuh ejekan.

"Temui aku, atau aku robek dada pemuda di hadapanku ini?" Sang Naga mengeluarkan kuku tajamnya, bersiap mengoyak tubuh pemuda malang yang tergeletak tak berdaya.

Lihat selengkapnya